faktakalbar

Daripada Banting Piring, Ini 4 Alasan Ilmiah Kenapa Makan Pedas Ampuh 'Adempi' Emosi

Penulis: Redaksi Friday, 05 December 2025 📖 2 menit
Daripada Banting Piring, Ini 4 Alasan Ilmiah Kenapa Makan Pedas Ampuh 'Adempi' Emosi
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pernahkah Anda mengalami hari yang sangat buruk dimarahi atasan, bertengkar dengan pasangan, atau terjebak macet lalu tiba-tiba otak Anda berteriak: "Aku butuh seblak level 10!" atau "Ayam geprek cabe 100!" ? Anda tidak sendirian. Di Indonesia, makan pedas sering kali menjadi mekanisme pelampiasan stres yang paling populer. Ada sensasi lega yang aneh setelah menyantap makanan yang membakar lidah, rasanya beban di kepala ikut luruh bersama keringat. Ternyata, fenomena ini bukan sekadar sugesti . Baca Juga:  Mudah Marah Menjelang Haid? Ini 4 Cara Sederhana Mengelola Emosi Agar Tetap Tenang Ada penjelasan ilmiah mengapa cabai bisa menjadi "obat penenang" instan yang lebih aman daripada meluapkan amarah dengan berteriak atau membanting barang. Berikut adalah 4 alasan kenapa makan pedas bikin emosi jadi plong : 1. Sensasi "Bahagia" dari Serangan Endorfin Saat Anda memakan cabai, senyawa aktif bernama Capsaicin akan menempel pada reseptor nyeri di lidah. Otak menerjemahkan rasa pedas ini sebagai sinyal "rasa sakit" atau sensasi terbakar. Sebagai mekanisme pertahanan diri untuk meredakan "sakit" tersebut, otak secara otomatis membanjiri tubuh dengan Endorfin. Endorfin adalah morfin alami tubuh yang memicu perasaan bahagia, euforia, dan rasa nyaman. Inilah yang disebut runner's high versi kuliner. Jadi, setelah kepedasan, yang tertinggal adalah perasaan lega dan rileks. 2. Mengalihkan Fokus Otak (Distraksi Total) Saat sedang marah atau sedih, otak kita cenderung overthinking , memutar ulang kejadian menyebalkan terus-menerus. Makan pedas memaksa otak untuk "pindah haluan". Rasa pedas yang ekstrem menciptakan sensasi fisik yang begitu dominan sehingga otak tidak punya pilihan lain selain fokus pada apa yang terjadi di mulut saat ini. Anda akan sibuk mencari air minum, mengelap keringat, atau mengipasi lidah. Secara tidak sadar, Anda dipaksa untuk mindful (hadir di momen ini) dan melupakan sejenak masalah yang membuat emosi. 3. Pelepasan Fisik Lewat Keringat dan Napas Marah adalah energi yang butuh penyaluran. Biasanya orang menyalurkannya dengan berteriak, memukul meja, atau berolahraga. Makan pedas memberikan efek pelepasan fisik yang serupa namun lebih pasif. Saat kepedasan, detak jantung meningkat, metabolisme naik, napas menjadi cepat (terengah-engah), dan keringat bercucuran. Proses fisiologis ini mirip dengan efek setelah berolahraga intens. Keluarnya keringat dan napas panjang ( huff-puff ) saat kepedasan membantu menurunkan ketegangan otot dan memberikan sensasi "buang racun" dari dalam tubuh. 4. Sensasi Menaklukkan Tantangan Secara psikologis, menghabiskan satu porsi makanan super pedas memberikan kepuasan tersendiri, seolah-olah kita baru saja menaklukkan sebuah tantangan berat. Bagi orang yang sedang merasa "kalah" oleh keadaan (misalnya gagal dalam pekerjaan), keberhasilan menahan rasa pedas bisa memberikan sedikit suntikan dopamin atau rasa pencapaian ( sense of achievement ). Perasaan "saya kuat menahan ini" secara tidak sadar bisa memperbaiki mood dan kepercayaan diri yang sempat anjlok. Meskipun ampuh meredakan emosi, tetap ingat batasan tubuh Anda. Jangan sampai hati yang lega justru digantikan oleh lambung yang perih. Makan pedas boleh, tapi jangan sampai menyakiti diri sendiri, ya! Baca Juga:  Anti Ngantuk dan Gagal Fokus, Ini 5 Cemilan Sehat Teman Kerja Terbaik (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK