faktakalbar

Darurat Ekologis: Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Kehilangan Hutan, 32 Juta Hektare Lenyap

Penulis: Redaksi Saturday, 06 December 2025 📖 1 menit
Darurat Ekologis: Indonesia Masuk 5 Besar Dunia Kehilangan Hutan, 32 Juta Hektare Lenyap
Faktakalbar.id, NASIONAL – Status Indonesia sebagai "paru-paru dunia" kian terancam. Data terbaru yang dirilis oleh World Resources Institute (WRI) pada tahun 2025 menempatkan Indonesia dalam daftar lima besar negara dengan tingkat kehilangan hutan ( tree cover loss ) terbesar di dunia. Dalam periode pengamatan lebih dari dua dekade, yakni dari tahun 2001 hingga 2024, Indonesia tercatat kehilangan tutupan pohon seluas 32 juta hektare. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi kelima, berada di bawah Amerika Serikat (49,3 juta ha), Kanada (62,6 juta ha), Brasil (73,3 juta ha), dan Rusia yang menempati urutan pertama dengan kehilangan 88,8 juta hektare. Baca Juga:  PT Mayawana Persada Wujudkan Laboratorium Kehutanan Generasi Baru Melalui Program Magang Untan 78 Persen Kerusakan Permanen Yang lebih mengkhawatirkan dari data WRI tersebut adalah sifat dari kehilangan tutupan hutan di Indonesia. Berbeda dengan negara-negara subtropis di mana kehilangan tutupan pohon sering kali disebabkan oleh siklus alam atau kebakaran hutan yang bisa tumbuh kembali, kehilangan hutan di Indonesia mayoritas bersifat permanen. Laporan tersebut mencatat bahwa dari total 32 juta hektare hutan yang hilang, sekitar 78 persen di antaranya diperkirakan permanen. Hal ini mengindikasikan adanya alih fungsi lahan secara masif (deforestasi) untuk kepentingan non-hutan, seperti perkebunan skala besar, pertambangan, maupun pembangunan infrastruktur, yang membuat hutan tersebut tidak akan kembali lagi. Sebagai perbandingan di kawasan Asia, posisi Indonesia jauh di atas Malaysia yang berada di peringkat ke-9 dengan total kehilangan tutupan pohon sebesar 9,5 juta hektare, dan China di posisi ke-7 dengan 12,8 juta hektare. Data ini menjadi "lampu kuning" bagi pemerintah dan pemangku kebijakan lingkungan hidup untuk segera mengevaluasi izin konsesi dan memperketat pengawasan, mengingat dampak krisis iklim yang semakin nyata akibat hilangnya penyerap karbon alami. Baca Juga:  Ironi di Batas Negeri: Papan Tulis Digital ‘Dipanggul’ 4 Jam Tembus Hutan Demi Siswa Senutul (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK