Darurat! Indonesia Jadi Target Utama Penipuan Lowongan Kerja di Asia Pasifik, Sektor Ini Paling Rawan
Faktakalbar.id, NASIONAL
– Para pencari kerja di Indonesia diminta untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi.
Laporan terbaru mengungkap fakta mengejutkan bahwa Indonesia kini menjadi sasaran utama
sindikat
penipuan lowongan kerja di kawasan Asia Pasifik.
Berdasarkan data dari SEEK, induk perusahaan
platform
pencarian kerja Jobstreet, Indonesia menyumbang angka kasus terbesar di Asia Pasifik, yakni mencapai 38 persen.
Angka ini jauh mengungguli Filipina yang berada di posisi kedua dengan 20 persen.
Baca Juga:
Tembus 1.721 Lowongan, Job Fair UMP “Career Clinic 2025” Buka Peluang Kerja Lintas Sektor
Jika dipersempit khusus di kawasan Asia saja,
kontribusi
kasus penipuan di Indonesia bahkan mendominasi hingga 62 persen.
Operations Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Willem Najoan, menegaskan bahwa fenomena ini sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan.
Dampaknya bukan sekadar kerugian materi, tetapi juga keselamatan nyawa.
"Kita tidak lagi hanya berbicara soal kerugian finansial, tetapi juga risiko keamanan serius di mana
job scam
telah berevolusi menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyasar warga Indonesia," ujar Willem, Minggu (23/11/2025).
Sektor Paling Rawan Disusupi Penipu
Para pelaku kejahatan ini terbukti semakin canggih dalam memetakan korbannya.
Mereka mengincar sektor-sektor di mana pencari kerja merasa paling rentan atau membutuhkan pekerjaan dengan cepat.
Per Oktober 2025, tercatat lima kategori pekerjaan yang paling banyak dijadikan kedok penipuan di Indonesia:
Administrasi & Dukungan Perkantoran (29,36%)
: Posisi favorit penipu adalah admin toko
online
, admin
e-commerce
, dan
data entry
.
Manufaktur, Transportasi & Logistik (21,06%)
: Terutama menyasar posisi staf gudang.
Ritel & Produk Konsumen (12,23%)
.
Perdagangan & Jasa (7,98%)
.
Perhotelan & Pariwisata (5,74%)
.
Modus Canggih Pakai AI dan Tugas 'Like' Medsos
Temuan SEEK juga menyoroti evolusi modus operandi pelaku yang kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat iklan lowongan kerja yang meyakinkan.
Mereka kerap menyamar sebagai pihak Jobstreet dan menghubungi korban lewat SMS atau media sosial.
Di Indonesia, modus yang paling marak adalah tawaran kerja paruh waktu (
freelance
) dengan tugas sederhana seperti memberikan
like
atau
subscribe
pada konten media sosial tertentu.
Skema ini biasanya diawali dengan membangun kepercayaan korban.
Setelah korban terjerat, pelaku akan meminta deposit uang atau
top up
dana dengan iming-iming komisi besar, yang pada akhirnya uang tersebut dibawa lari oleh pelaku.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran kerja instan yang meminta sejumlah uang di muka, serta selalu memverifikasi keaslian lowongan melalui
platform
resmi.
Baca Juga:
Tembus 1.721 Lowongan, Job Fair UMP “Career Clinic 2025” Buka Peluang Kerja Lintas Sektor
(*Mira)
Tag:
#Jobstreet
#SEEK
#Loker Bodong
#Penipuan Kerja
#Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)
#Info Karir
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.