faktakalbar

Demi Kesehatan Bayi 4 Bulan, Warga Paris 2 Terpaksa Mengungsi Hindari Kepungan Asap

Penulis: Redaksi Tuesday, 27 January 2026 📖 2 menit
Demi Kesehatan Bayi 4 Bulan, Warga Paris 2 Terpaksa Mengungsi Hindari Kepungan Asap
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Terik matahari terasa menyengat saat menyusuri ujung Jalan Parit Haji Husin II (Paris 2), Pontianak Tenggara, Senin (26/1/2026). Sisa-sisa aroma hangus dari lahan gambut yang terbakar masih tercium pekat, menemani setiap hembusan napas di kawasan tersebut. Di sebuah rumah yang tak jauh dari lokasi bekas kebakaran, Mufarroha (25) tampak protektif menjaga anak bungsunya. Bayi mungil yang baru berusia empat bulan itu kini tengah tertidur di ayunan, setelah beberapa hari sebelumnya harus berjuang melawan kualitas udara yang memburuk. Baca Juga:  Terik dan Masih Berasap, BPBD Pontianak Terus ‘Rolling’ Pantau Sisa Karhutla di Ujung Paris 2 Bagi Mufarroha, asap tebal yang menyelimuti kediamannya beberapa hari lalu bukanlah hal sepele. Meski kondisi perumahan yang berdampingan dengan Kawasan lahan gambut yang begitu mudah terbakar itu hanya dapat ia pasrahkan dengan lirih . "Biasa Kak, mau bagaimana lagi. Sudah kebakaran, ya kena asaplah di sini," ujarnya menceritakan kondisi saat api sedang membesar di dekat rumahnya. Situasi semakin genting ketika buah hatinya mulai menunjukkan gejala sakit akibat terpapar udara tidak sehat. Tak ingin mengambil risiko fatal bagi paru-paru bayinya, Mufarroha memutuskan untuk segera meninggalkan rumah dan mengungsi sementara ke tempat kerabat di kawasan Permata. "Tiga hari saya pindah (mengungsi) ke Permata. Kasihan anak-anak demam dan batuk pilek, anak saya baru berumur empat bulan," tuturnya. Ia memilih bertahan di pengungsian selama tiga hari hingga situasi dirasa benar-benar aman. Mufarroha baru berani membawa bayinya kembali ke rumah setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) berhasil memadamkan total titik api yang mengepung kawasan tersebut. "Saya balik ke sini pas lima harian apinya mati, Kak. Kan ada Damkar ke sini lima harian," jelasnya. Kini, meski telah kembali ke rumah, kewaspadaan Mufarroha belum surut. Ia sangat berharap kebakaran lahan ini tidak terulang kembali. Baginya, kesehatan anak-anak adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. "Untuk Karhutla ini semogalah enggak menyebar lagi, cukup kali ini saja. Kasihan anak-anak, Mbak, masih kecil-kecil itu," pungkasnya. Baca Juga:  Sedang Padamkan Karhutla, Personel Polres Kubu Raya Gerak Cepat Bubarkan Aksi Balap Liar (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK