Demi Tumpas Mafia Tambang, Akademisi Dukung Pelibatan Aparat Aktif di Kementerian ESDM
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Langkah pemerintah menempatkan aparat penegak hukum aktif, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan, di lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendapat dukungan dari kalangan akademisi.
Kebijakan ini dinilai sebagai
strategi
taktis untuk mempercepat pemberantasan mafia tambang yang selama ini sulit tersentuh hukum.
Dalam diskusi "Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran dari Sudut Pandang Energi" yang digelar di Pontianak, Jumat (21/11/2025), Pakar Energi Universitas Tanjungpura (Untan),
Kiki Priyo Utomo
, menyebut kehadiran unit penegakan hukum di bawah komando aparat aktif adalah hal positif.
Menurut Kiki, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) merupakan organ baru di Kementerian ESDM yang membutuhkan figur pemimpin tegas sebagai
role model
.
Baca Juga:
Sumbang 25 Persen BBM Nasional, Akademisi Untan Puji Langkah Strategis Kilang Balikpapan dan Kinerja Menteri ESDM
Ia menilai, jika dipimpin oleh sipil murni di tahap awal, penyusunan standar
operasional
dan penindakan sering kali berjalan lambat dan kurang optimal.
"Dari sisi praktis, ada kebutuhan mendesak untuk gerak cepat menindak mafia tambang. Keberadaan lembaga yang fokus menegakkan aturan terhadap aktivitas tambang ilegal jelas sangat bagus," ujar Kiki.
Namun, Kiki memberikan catatan bahwa pelibatan aparat aktif ini sebaiknya diposisikan sebagai masa transisi.
Ia berharap ada transfer pengetahuan dan keahlian penindakan kepada aparatur sipil, sehingga ke depannya fungsi penegakan hukum bisa dijalankan oleh pihak internal kementerian secara mandiri.
Senada dengan Kiki, Pakar Kebijakan Publik Untan,
Erdi
, menekankan bahwa kombinasi ketegasan Presiden Prabowo Subianto dan kehadiran aparat aktif di kementerian akan menciptakan efek gentar (deterrence effect) bagi para pelaku kejahatan tambang.
"Jika informasi dibuka transparan dan pemerintah tegas, saya rasa tidak ada yang berani bermain. Kehadiran aparat di sana seharusnya membuat mafia takut," tegas Erdi.
Sebelumnya, Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia
mengakui bahwa kolaborasi dengan aparat aktif, seperti posisi Irjen dari Polri dan Dirjen Gakkum dari Kejaksaan, sangat membantu kinerja kementerian dalam menata sektor energi yang kerap dirugikan oleh praktik ilegal.
Baca Juga:
BBM SPBU Swasta Langka, Bahlil: Ini Negara Hukum, Monggo Cari Negara Lain!
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.