faktakalbar

Di-Meme Hinaan Berbau Rasial, Bahlil: Saya Maafkan, Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil

Penulis: Redaksi Saturday, 25 October 2025 📖 1 menit
Di-Meme Hinaan Berbau Rasial, Bahlil: Saya Maafkan, Sudah Biasa Dihina Sejak Kecil
Faktakalbar.id, NASIONAL - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia merespons santai peredaran konten meme berisi hinaan yang ditujukan kepadanya. Ia mengaku telah memaafkan pembuat dan penyebar meme tersebut. Bahlil tidak memungkiri bahwa kritik dalam meme itu telah mengarah ke ranah pribadi, bahkan mengandung unsur rasisme, bukan lagi kritik kebijakan. “Saya pikir kalau ada yang meme-meme apa, sudahlah saya maafkan, lah. Enggak apa-apa kok," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (24/10/2025). Baca Juga:  Perintah Istana Turun, Bos Pertamina Tak Berkutik! Proyek Raksasa BBM Etanol Siap Digeber "Sebenarnya kalau kritisi kebijakan itu enggak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarah ke rasial, itu menurut saya nggak bagus, lah,” lanjutnya. Bahlil mengaku sudah terbiasa menerima hinaan sejak ia masih kecil. Ia menceritakan latar belakangnya yang bukan berasal dari keluarga pejabat, melainkan anak desa dengan kehidupan sederhana. “Kalau meme ke pribadi saya. Saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Karena saya kan bukan anak pejabat, saya kan anak orang dari kampung,” ucap Bahlil. “Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil. Jadi menurut saya itu enggak apa-apa, lah,” imbuhnya. Ia menekankan, gangguan semacam ini tidak akan membuatnya mundur dalam bekerja, terutama dalam menjaga kedaulatan energi dan melanjutkan program hilirisasi. “Jangankan selangkah, sejengkal pun saya nggak akan pernah mundur,” tegasnya. Baca Juga:  Proyek Bioetanol di Papua: Dalih Energi Bersih yang Picu Konflik Tanah Adat dan Ancaman Deforestasi

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK