faktakalbar

Di Tengah Gelombang Aksi Mempawah, Bupati Erlina Absen dan Terbang ke Kuala Lumpur Dengan Kelas Bisnis

Penulis: Redaksi Saturday, 06 December 2025 📖 2 menit
Di Tengah Gelombang Aksi Mempawah, Bupati Erlina Absen dan Terbang ke Kuala Lumpur Dengan Kelas Bisnis
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Ketika gelombang protes di Mempawah memuncak dan warga menuntut kehadiran pemimpinnya, Bupati Erlina justru tidak berada di daerah yang ia pimpin. Diam-diam, ia terbang ke Kuala Lumpur dengan penerbangan kelas bisnis, meninggalkan publik yang sejak sepekan terakhir menunggu penjelasan atas anggaran pembangunan rumah dinas yang dinilai tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan arahan efisiensi dari pemerintah pusat . Kepergian ini memantik kemarahan baru: di saat Mempawah bergolak, bupatinya memilih pergi. Fakta Kalbar memperoleh informasi penerbangan yang menunjukkan Erlina berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat, (5/12/2025). Dalam dokumen pemesanan dengan nomor 130659XXXX dan kode booking maskapai FX4XXX, Erlina tercatat menggunakan maskapai Garuda Indonesia, kelas bisnis . Pesawat berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 pada pukul 08.30 dan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA1) pukul 11.50 waktu setempat. Belum ada informasi resmi mengenai agenda Bupati Mempawah Terbang ke negeri jiran tersebut. Keberangkatan ini memicu kritik keras karena terjadi saat Mempawah dilanda demonstrasi terkait penolakan pembangunan Pendopo atau Rumah Dinas Bupati. Bahkan, pada dua kali gelombang aksi sebelumnya, Bupati tidak pernah hadir menemui massa. Baca Juga:  Anak Gubernur Kalbar yang Juga Anggota DPRD Diperiksa KPK Terkait Korupsi Jalan Mempawah Ketua Persatuan Mahasiswa Mempawah ( PRISMA) , Riko Muharandi , mengecam keras sikap Bupati Erlina yang dinilai abai terhadap aspirasi publik. “Kami sudah dua jilid melakukan demonstrasi dan selalu meminta kehadiran Ibu Erlina. Ini bukan lagi sekadar kelemahan kepemimpinan, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Seorang pemimpin hadir di tengah gejolak, bukan bersembunyi,” ujar Riko. Ia menambahkan bahwa keberangkatan ke luar negeri di saat demonstrasi berlangsung menunjukkan matinya kepekaan pemerintah daerah. “Saya mengecam info bahwa hari ini Bupati justru pergi ke luar negeri ketika rakyat menunggu pertanggungjawabannya. Ini pertanda matinya demokrasi, pemimpin yang tidak mau mendengar aspirasi masyarakat dan enggan menemui rakyat ketika mereka menuntut kejelasan penggunaan uang publik,” katanya. Sebelumnya, pada Aksi Lanjutan Jilid 2 yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu di halaman Kantor DPRD Mempawah , Rabu (3/12/2025), tak satu pun anggota DPRD hadir. Baca Juga:  DPRD Bupati Mempawah Mangkir Lagi! Aksi Jilid 2 Memanas, Aliansi Mahasiswa-Pemuda-Masyarakat Sampaikan Kecaman Seluruh wakil rakyat disebut tidak berada di tempat. Sikap DPRD yang kembali “menghilang” dinilai menunjukkan tidak adanya itikad baik. Sekum PRISMA Mempawah, Khairul Abror , menegaskan gerakan penolakan akan terus berlanjut. “Selama pemerintah tidak membuka ruang dialog dan tetap memaksakan pembangunan ini, kami akan terus bersuara.” Akar persoalan aksi berasal dari desakan masyarakat agar pemerintah membatalkan Anggaran Rumah Dinas Rp22 Miliar yang dianggap tidak mendesak. Aliansi memastikan eskalasi aksi akan meningkat jika pemerintah tetap bungkam. “Kami tidak akan mundur sebelum pemerintah daerah membuka diri, bertanggung jawab, dan membatalkan anggaran yang tidak pro-rakyat tersebut,” tegas Khairul Abror. Fakta ini semakin menambah sorotan publik, sehari sebelum keberangkatan, putra Bupati Sulung Erlina yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar diperiksa oleh KPK terkait aliran dana dugaan korupsi. (Dhn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK