Di Tengah Gelombang Aksi Mempawah, Bupati Erlina Absen dan Terbang ke Kuala Lumpur Dengan Kelas Bisnis
Faktakalbar.id, MEMPAWAH
- Ketika gelombang protes di Mempawah memuncak dan warga menuntut kehadiran pemimpinnya, Bupati
Erlina
justru tidak berada di daerah yang ia pimpin. Diam-diam, ia terbang ke
Kuala Lumpur
dengan penerbangan kelas bisnis, meninggalkan publik yang sejak sepekan terakhir menunggu penjelasan atas anggaran pembangunan rumah dinas yang dinilai tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan arahan
efisiensi
dari
pemerintah pusat
. Kepergian ini memantik kemarahan baru: di saat Mempawah bergolak, bupatinya memilih pergi.
Fakta Kalbar memperoleh informasi penerbangan yang menunjukkan
Erlina
berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada Jumat, (5/12/2025). Dalam dokumen pemesanan dengan nomor 130659XXXX dan kode
booking
maskapai FX4XXX, Erlina tercatat menggunakan maskapai Garuda Indonesia,
kelas bisnis
.
Pesawat berangkat dari Bandara
Soekarno-Hatta
Terminal 3
pada pukul
08.30
dan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA1) pukul
11.50
waktu setempat. Belum ada informasi resmi mengenai agenda Bupati Mempawah Terbang ke
negeri jiran
tersebut.
Keberangkatan ini memicu kritik keras karena terjadi saat Mempawah dilanda demonstrasi terkait penolakan pembangunan Pendopo atau Rumah Dinas Bupati. Bahkan, pada dua kali gelombang aksi sebelumnya, Bupati tidak pernah hadir menemui massa.
Baca Juga:
Anak Gubernur Kalbar yang Juga Anggota DPRD Diperiksa KPK Terkait Korupsi Jalan Mempawah
Ketua Persatuan Mahasiswa Mempawah (
PRISMA)
,
Riko Muharandi
, mengecam keras sikap Bupati Erlina yang dinilai abai terhadap aspirasi publik.
“Kami sudah dua jilid melakukan demonstrasi dan selalu meminta kehadiran Ibu Erlina. Ini bukan lagi sekadar kelemahan kepemimpinan, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Seorang pemimpin hadir di tengah gejolak, bukan bersembunyi,” ujar Riko.
Ia menambahkan bahwa keberangkatan ke luar negeri di saat demonstrasi berlangsung menunjukkan matinya kepekaan pemerintah daerah.
“Saya mengecam info bahwa hari ini Bupati justru pergi ke luar negeri ketika rakyat menunggu pertanggungjawabannya. Ini pertanda matinya demokrasi, pemimpin yang tidak mau mendengar aspirasi masyarakat dan enggan menemui rakyat ketika mereka menuntut kejelasan penggunaan uang publik,” katanya.
Sebelumnya, pada Aksi Lanjutan Jilid 2 yang digelar Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu di halaman
Kantor DPRD Mempawah
, Rabu (3/12/2025), tak satu pun anggota DPRD hadir.
Baca Juga:
DPRD Bupati Mempawah Mangkir Lagi! Aksi Jilid 2 Memanas, Aliansi Mahasiswa-Pemuda-Masyarakat Sampaikan Kecaman
Seluruh wakil rakyat disebut tidak berada di tempat. Sikap DPRD yang kembali “menghilang” dinilai menunjukkan tidak adanya itikad baik.
Sekum PRISMA Mempawah,
Khairul Abror
, menegaskan gerakan penolakan akan terus berlanjut.
“Selama pemerintah tidak membuka ruang dialog dan tetap memaksakan pembangunan ini, kami akan terus bersuara.”
Akar persoalan aksi berasal dari desakan masyarakat agar pemerintah membatalkan
Anggaran Rumah Dinas Rp22 Miliar
yang dianggap tidak mendesak. Aliansi memastikan eskalasi aksi akan meningkat jika pemerintah tetap bungkam.
“Kami tidak akan mundur sebelum pemerintah daerah membuka diri, bertanggung jawab, dan membatalkan anggaran yang tidak pro-rakyat tersebut,” tegas Khairul Abror.
Fakta ini semakin menambah sorotan publik, sehari sebelum keberangkatan, putra Bupati Sulung
Erlina
yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar diperiksa oleh KPK terkait aliran dana dugaan korupsi.
(Dhn)
Tag:
#Erlina
#anggaran rumah dinas rp22 miliar
#aksi mahasiswa mempawah
#prisma mempawah
#Kuala Lumpur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.