Diduga Mark-Up, Proyek Jembatan Rp 60 Juta di Desa Parit Bugis Disorot Warga
Faktakalbar.id, MEMPAWAH –
Proyek pembangunan jembatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Dana Desa (DD) Tahun 2025 di Dusun Asam RT 006/RW 003, Desa Parit Bugis, Kecamatan Segedong,
Kabupaten Mempawah
, kini menuai sorotan tajam dari warga setempat.
Proyek dengan anggaran sebesar Rp 60 juta untuk volume pekerjaan sepanjang 12 meter dan lebar 2 meter tersebut diduga sarat akan penggelembungan dana atau
mark-up
.
Baca Juga:
Polemik Hibah Masjid di Sambas: Pembangunan Pagar Tak Tuntas, SPJ Dipertanyakan
Meskipun baru selesai dibangun beberapa bulan lalu, kondisi fisik jembatan dinilai jauh dari harapan dan memicu kekecewaan warga yang merasa kualitasnya tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Salah seorang warga, Basri, menyuarakan kecurigaan adanya penyimpangan dalam pengerjaan proyek jembatan Desa Parit Bugis tersebut.
Ia menduga ada permainan anggaran, salah satunya didasari oleh penggunaan material yang dinilai tidak sesuai standar.
“Kami curiga proyek pembangunan jembatan ini, ada permainan anggaran. Karena sebagian semen yang digunakan untuk pembangunan jembatan tersebut, menggunakan semen tidak layak yang dibeli dari perusahaan dengan menggunakan mobil pick up,” tutur Basri saat ditemui awak media, Rabu (13/8/2025).
Menurutnya, anggaran yang signifikan tersebut seharusnya menghasilkan bangunan yang kokoh dan berkualitas.
Kekecewaan ini mendorongnya untuk meminta transparansi dan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.
Baca Juga:
Jejak Hilang Proyek Jalan Senilai Rp1,3 Miliar Perkim Kalbar
Basri berharap agar aparat penegak hukum serta dinas terkait tidak tinggal diam.
Ia mendesak agar segera dilakukan pemeriksaan langsung ke lokasi untuk membuktikan ada atau tidaknya indikasi korupsi dalam penggunaan dana desa tersebut.
Ia khawatir jika tidak ditindak, praktik serupa akan terus berlanjut.
“Saya minta aparat penegak hukum dan Dinas terkait untuk turun memeriksa,” tegasnya.
Kini, warga menantikan tindak lanjut dari pihak berwenang atas keluhan mereka terhadap hasil proyek jembatan Desa Parit Bugis yang dianggap mengecewakan tersebut.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.