faktakalbar

Dies Natalis ke-72 GMNI, KNPI Kubu Raya Dorong Pemuda Jadi Aktor Perubahan dan Beri Dampak Nyata

Penulis: Redaksi Monday, 13 April 2026 📖 2 menit
Dies Natalis ke-72 GMNI, KNPI Kubu Raya Dorong Pemuda Jadi Aktor Perubahan dan Beri Dampak Nyata
Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Dinamika pergerakan mahasiswa dan pemuda dituntut untuk terus relevan dengan tantangan zaman. Peringatan hari jadi sebuah organisasi pergerakan dinilai tidak boleh berhenti pada sebatas perayaan seremonial, melainkan harus diiringi dengan evaluasi dan aksi nyata di lapangan. Pesan tersebut mengemuka dalam agenda konsolidasi keluarga besar Marhaenis dan peringatan Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke-72 yang dilangsungkan di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Minggu (12/4). Hadir dalam forum tersebut, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kubu Raya, Derahman, yang menyoroti arah gerak organisasi kepemudaan di tengah pusaran perubahan zaman. Ia mengingatkan para kader GMNI untuk kembali merapatkan barisan dan mengevaluasi posisi tawar mereka di masyarakat. “Momentum Dies Natalis GMNI ke-72 ini harus kita jadikan sebagai refleksi untuk memperkuat komitmen ideologis dan semangat juang kader. GMNI harus tetap menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Derahman di hadapan peserta konsolidasi. Baca Juga:  Wali Kota Singkawang Dukung Rencana Dialog Publik dan Dies Natalis ke-72 GMNI Lebih lanjut, Derahman menilai bahwa konsolidasi merupakan sarana krusial untuk menyatukan frekuensi gerakan yang sering kali terpecah oleh dinamika internal. Ia memandang kekuatan sebuah pergerakan sangat bergantung pada kohesi antar-anggotanya. “Konsolidasi seperti ini sangat penting untuk menjaga kekompakan dan memperkuat jaringan antar kader. Dengan soliditas yang kuat, kita bisa menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tambahnya. Di luar urusan internal keorganisasian, tantangan terbesar kelompok intelektual muda saat ini adalah keterlibatan langsung dalam proses pembangunan daerah. Mahasiswa diminta untuk keluar dari menara gading dan tidak sekadar melontarkan kritik tanpa menawarkan jalan keluar. “Pemuda, khususnya kader GMNI, harus hadir sebagai solusi. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya. Mengakhiri penyampaiannya, Derahman mewanti-wanti agar ajaran atau ideologi organisasi tidak dibiarkan menjadi jargon kosong di atas kertas. Gerakan sosial kebangsaan harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelas bawah. “Nilai-nilai Marhaenisme harus kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi maupun di tengah masyarakat. Itulah esensi perjuangan kita,” tutup Derahman. Baca Juga:  Kasus Rudapaksa Siswi SMP Mandek, GMNI Desak Polda Kalbar Segera Tahan Pelaku (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK