faktakalbar

Diikuti 42 Kelompok, Eksebisi Warisan Budaya Meriam Karbit Digelar di Sungai Kapuas

Penulis: Redaksi Friday, 20 March 2026 📖 2 menit
Diikuti 42 Kelompok, Eksebisi Warisan Budaya Meriam Karbit Digelar di Sungai Kapuas
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Barat secara resmi membuka kegiatan Eksebisi Meriam Karbit tahun 2026. Pembukaan acara kebudayaan ini dipusatkan di Gang Haji Darsyad, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Kamis (19/3/2026) malam. Baca Juga: Mengulas Sejarah Pengusir Kuntilanak, Kapolresta Pontianak Perdana Nyalakan Meriam Karbit di Gang Darsyad Kegiatan tahunan yang menjadi ikon identitas Kota Khatulistiwa ini diikuti secara antusias oleh 42 kelompok peserta dari berbagai kawasan. Kehadiran jajaran Forkopimda Kalbar, perwakilan Konsulat Malaysia, serta jajaran petinggi kepolisian seperti Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Kalbar Kombes Pol Marsdianto dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto, menambah kekhidmatan suasana di sepanjang pesisir Sungai Kapuas. Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menekankan pentingnya menjaga kelestarian tradisi ini sebagai identitas daerah yang telah mendapat pengakuan resmi di tingkat nasional. "Meriam karbit telah masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan, maka kita wajib untuk melestarikannya. Dalam kegiatan meriam karbit ini mengandung filosofi kekeluargaan yang kental, karena untuk memainkannya dibutuhkan semangat gotong-royong," ujar Edi. Ia juga berharap kelestarian warisan budaya meriam karbit ini tidak sekadar menjadi acara seremonial tahunan, tetapi mampu mendongkrak kemajuan sektor pariwisata daerah. "Semoga kegiatan ini dapat menjadi suatu destinasi khas Pontianak yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat," tambahnya. Mengingat tingginya antusiasme warga yang tumpah ruah ke lokasi eksebisi, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat memberikan perhatian khusus terhadap aspek pengamanan. Kegiatan ini masuk ke dalam fokus pengamanan struktur Operasi Ketupat Kapuas 2026. Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Marsdianto, selaku Kepala Perencanaan dan Pengendalian Operasi (Karendal Ops) Ketupat Kapuas 2026, turun memantau langsung titik-titik kerawanan guna memastikan pengunjung dan wisatawan dapat menikmati pertunjukan dengan aman. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menegaskan bahwa personel kepolisian telah ditempatkan di titik-titik strategis untuk mencegah terjadinya gangguan ketertiban masyarakat di tengah perayaan warisan budaya meriam karbit. "Polda Kalbar berkomitmen penuh menjamin keamanan selama perayaan budaya ini berlangsung. Kami menurunkan personel untuk melakukan pengamanan berlapis, mulai dari pengaturan lalu lintas di akses masuk hingga patroli di bantaran sungai oleh Polairud," tegas Bambang. "Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman saat merayakan tradisi kebanggaan kita ini," tutupnya. Eksibisi yang berlangsung tertib ini diharapkan menjadi wujud nyata dari sinergitas antara pelestarian kebudayaan, penguatan ekonomi kreatif, dan kondusivitas keamanan di wilayah Kalimantan Barat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK