faktakalbar

Dilarang Minum Es Saat Demam? Ternyata Mitos, Ini Penjelasan Medisnya

Penulis: Redaksi Friday, 07 November 2025 📖 2 menit
Dilarang Minum Es Saat Demam? Ternyata Mitos, Ini Penjelasan Medisnya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Saat demam menyerang, salah satu nasihat yang paling sering kita dengar dari orang tua adalah, "Jangan minum es, nanti demamnya makin tinggi!" Mitos ini begitu kuat mengakar sehingga banyak orang menghindari air dingin dan hanya memilih air hangat. Tapi, benarkah minum es saat demam berbahaya? Secara medis, jawabannya adalah: Tidak. Minum es (air dingin) saat demam justru dianjurkan. Baca Juga:  Tak Selera Makan Saat Demam? 5 Hal Ini Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh Anda Larangan ini adalah mitos klasik yang tidak memiliki dasar ilmiah. Demam adalah respons sistem imun tubuh yang sedang melawan infeksi (virus atau bakteri), bukan disebabkan oleh suhu minuman. Berikut adalah penjelasan ilmiah mengapa minum air es atau air dingin justru bermanfaat saat Anda demam. 1. Alasan Utama: Mencegah Dehidrasi Saat demam, suhu tubuh Anda naik. Untuk mendinginkan diri, tubuh akan mengeluarkan banyak cairan melalui keringat dan penguapan dari kulit. Jika cairan ini tidak segera diganti, Anda akan mengalami dehidrasi . Dehidrasi adalah musuh terbesar saat sakit. Dehidrasi membuat demam lebih sulit turun, tubuh semakin lemas, dan sakit kepala memberat. Faktanya: Banyak orang (terutama anak-anak) merasa lebih segar dan cenderung minum lebih banyak jika airnya dingin. Minum air es membuat proses hidrasi lebih mudah dan menyenangkan, sehingga membantu Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk melawan demam. 2. Membantu Menurunkan Suhu Tubuh dari Dalam Logika sederhana berlaku di sini. Demam adalah kondisi tubuh yang "kepanasan". Mengonsumsi cairan dingin dapat membantu memberikan sedikit efek pendinginan dari dalam tubuh (meskipun efek utamanya tetap hidrasi). Ini jauh lebih penting daripada sekadar mengompres dahi. Memasukkan cairan dingin ke dalam sistem tubuh membantu menstabilkan suhu internal sambil mengganti cairan yang hilang. 3. Meredakan Sakit Tenggorokan Demam sering kali datang bersamaan dengan gejala lain, seperti sakit tenggorokan (radang). Sensasi dingin dari air es, es batu, atau bahkan es loli (tanpa pemanis buatan) dapat memberikan efek "mati rasa" (numbing) sementara pada tenggorokan. Ini bisa sangat melegakan, mengurangi rasa nyeri saat menelan, dan lagi-lagi, mendorong Anda untuk minum lebih banyak. Perhatian! Bukan "Es"-nya, Tapi "Isi"-nya Nah, di sinilah letak kesalahpahaman mitos tersebut. Yang berbahaya saat demam bukanlah suhu dinginnya, tetapi isi dari minuman es tersebut. Minuman yang harus Anda hindari adalah: Minuman Manis (Gula Tinggi): Es teh manis, es sirup, es soda, atau minuman kemasan. Asupan gula yang berlebihan terbukti dapat menekan fungsi sistem kekebalan tubuh untuk sementara waktu. Ini tentu akan menghambat proses penyembuhan. Minuman Berkafein: Es kopi atau es teh (terlalu kental). Kafein bersifat diuretik, yang artinya akan membuat Anda lebih sering buang air kecil dan justru mempercepat proses dehidrasi. Minuman Bersoda: Soda dapat mengiritasi tenggorokan dan perut yang sedang sensitif. Kapan Sebaiknya Memilih Air Hangat? Meskipun air es bermanfaat, air hangat juga punya kelebihan. Air hangat sangat disarankan jika demam Anda disertai dengan batuk berdahak atau hidung tersumbat. Uap hangat dari air tersebut dapat membantu mengencerkan lendir (dahak) sehingga lebih mudah dikeluarkan. Kesimpulan: Saat demam, fokus utama Anda adalah hidrasi. Minum air putih baik itu dingin, suhu ruang, atau hangat sangat penting. Jangan takut minum air es (air putih dingin). Itu aman, tidak akan memperparah demam, dan justru membantu Anda terhidrasi serta merasa lebih nyaman. Baca Juga:  Stop Menggigil! 4 Trik Jitu Ini Bikin Demam Cepat Turun (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK