faktakalbar

Dinkes Sambas Siaga Hadapi Musim Kemarau: Waspadai ISPA dan Diare, Masyarakat Diminta Tingkatkan PHBS

Penulis: Redaksi Tuesday, 29 July 2025 📖 2 menit
Dinkes Sambas Siaga Hadapi Musim Kemarau: Waspadai ISPA dan Diare, Masyarakat Diminta Tingkatkan PHBS
Faktakalbar.id, SAMBAS - Menghadapi musim kemarau dan munculnya titik-titik kebakaran hutan di sejumlah wilayah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare. Baca Juga: Olahraga Rutin Jaga Kebugaran Lansia, Ini Anjuran Ahli Kesehatan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Prabowo, menuturkan bahwa meskipun belum terlihat lonjakan signifikan kasus ISPA, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. "ISPA merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah. Secara global, penyakit ini masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian, terutama pada anak di bawah lima tahun. WHO mencatat pneumonia, sebagai bentuk ISPA berat, menjadi penyebab 15 persen kematian balita di dunia," ujar Ganjar, Senin (28/7/2025). Data Dinas Kesehatan mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2025, terdapat 3.263 kasus ISPA non-pneumonia dan 40 kasus ISPA pneumonia di Kabupaten Sambas. "Syukurnya, sejauh ini belum ditemukan adanya kasus kematian akibat ISPA di daerah kita," tambahnya. Ganjar menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang kering dan penurunan kualitas udara akibat karhutla dapat memperburuk kondisi kesehatan masyarakat. Baca Juga: BPJS Kesehatan Kucurkan Rp1.087 Triliun untuk Layanan Kesehatan Selama 11 Tahun Selain ISPA, penyakit diare juga menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkat dalam waktu dekat. Untuk mencegah dampak lebih luas, ia mengimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), di antaranya: pertama, memastikan anak mendapat istirahat yang cukup, kedua, mengonsumsi buah dan sayur secara rutin, ketiga, rajin mencuci tangan dengan sabun. Menghindari menyentuh wajah, terutama mulut dan hidung, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, dan mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama untuk anak-anak dan lansia. Baca Juga: Kualitas Udara Pontianak Memburuk, AQI 151 Berisiko bagi Kesehatan Ganjar juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di lapangan. Ia menginstruksikan beberapa langkah penting yang harus dilakukan: Mengintensifkan penemuan kasus berdasarkan definisi operasional dan merespon sesuai Pedoman SKDR Penyakit Potensi KLB/Wabah. Memantau tren penyakit ISPA dan diare di wilayah kerja masing-masing. Melakukan penyelidikan epidemiologi maksimal 1x24 jam setelah laporan penemuan kasus. Meningkatkan advokasi dan promosi kesehatan ke masyarakat, khususnya pencegahan ISPA dan diare. "Kami berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat, dapat ikut berperan aktif mencegah penyebaran penyakit ini. Kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya. (DNS)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK