Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Mengundurkan Diri, Ungkap Masalah Anggaran
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Direktur Utama (Dirut)
PT Agrinas Pangan Nusantara
, Joao Angelo De Sousa Mota, telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Keputusan ini diambil setelah enam bulan menjabat, karena perusahaan tidak mendapat dukungan anggaran dari Danantara.
Baca Juga:
Mengenal Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Baru Bank Mandiri: Dari Karier Cemerlang hingga Harta Rp53 Miliar
Padahal, Agrinas memiliki mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pengunduran diri ini menyoroti sejumlah masalah birokrasi dan dukungan yang minim terhadap program ketahanan pangan.
"Saya Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara menyampaikan bahwa pada hari ini, tanggal 11 Agustus 2025, mengajukan pengunduran diri." ujar Joao Angelo.
Joao Angelo juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada Presiden Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia karena merasa gagal dalam menjalankan tugas mulia menjaga ketahanan pangan.
Baca Juga:
Direktur Utama Baru Bulog Berstatus Mayjen TNI Aktif
Ia menjelaskan, selama masa jabatannya, Agrinas tidak pernah mendapat dukungan maksimal, termasuk anggaran yang hingga kini masih nol.
Padahal, banyak langkah nyata telah dipersiapkan untuk mengatasi masalah pangan.
"Kami sampai hari ini tidak mendapatkan dukungan maksimal untuk bisa membuat langkah-langkah nyata yang sudah kami siapkan, termasuk dukungan anggaran yang masih nol." jelasnya.
Lebih lanjut, Joao Angelo memaparkan bahwa kondisi pertanian dan pangan saat ini sangat kritis.
Ia berharap Danantara dan para pembantu presiden dapat bertindak cepat.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Menurutnya, birokrasi di Danantara sangat panjang dan berbelit.
Berbagai program yang diajukan selalu ditolak, bahkan berulang kali diminta untuk menyusun ulang
feasibility study
(FS).
"Sampai hari ini pun kami masih diminta FS lagi. Padahal sudah tiga atau empat kali kami serahkan." paparnya.
Sebagai seorang yang datang dari sektor swasta murni, Joao Angelo merasa tidak cocok dengan proses birokrasi yang lambat di Danantara.
Ia terbiasa bekerja dengan cepat dan berorientasi pada profit. Ia juga menyayangkan kurangnya peran para pembantu Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Baca Juga:
Daftar Tokoh Penerima Jenderal Kehormatan Bintang Empat, Lengkap dengan Rekam Jejaknya
Situasi ini menunjukkan perlunya perbaikan sistem agar program penting seperti ketahanan pangan bisa berjalan efektif.
"Saya biasa bekerja dengan cepat, singkat, dengan prosedur-prosedur yang bisa mempercepat kegiatan yang berorientasi pada profit." pungkasnya.
(*Red)
Tag:
#ketahanan pangan
#berita politik
#Pemerintahan Prabowo
#Agrinas Pangan Nusantara
#Joao Angelo De Sousa Mota
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.