faktakalbar

UPB dan CSIS Gelar Diskusi Publik, Bahas Tantangan Rivalitas Geopolitik dan Implikasinya bagi Indonesia

Penulis: Redaksi Wednesday, 10 September 2025 📖 1 menit
UPB dan CSIS Gelar Diskusi Publik, Bahas Tantangan Rivalitas Geopolitik dan Implikasinya bagi Indonesia
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Selasa (09/09/2025) – Universitas Panca Bhakti ( UPB ) Pontianak bersama Centre for Strategic and International Studies ( CSIS ) Indonesia menggelar diskusi publik bertajuk “ Tantangan Rivalitas Geopolitik dan Implikasinya bagi Indonesia” . Baca Juga:   BMKG dan UPB Dorong Kesadaran Iklim melalui Literasi untuk Generasi Muda Pontianak Diskusi yang diadakan di Gedung Rektorat UPB ini menghadirkan para peneliti CSIS, yaitu Dandy Rafitrandi, Lina A. Alexander, dan Andrew W. Mantong, serta Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat, Mursyid Hidayat. Rektor UPB, Purwanto, menyampaikan pentingnya forum akademik sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan terhadap dinamika global. “Geopolitik dunia selalu berubah dan berpengaruh langsung pada Indonesia. Karena itu, mahasiswa harus memahami isu ini agar dapat berkontribusi menjaga kepentingan bangsa,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan Panca Bhakti Pontianak, Jusuf Wanandi. Ia menilai pemahaman geopolitik merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan global. “Anak muda harus punya wawasan global agar mampu menjaga kepentingan nasional di tengah persaingan antarnegara,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Panca Bhakti, Garuda, berharap kolaborasi UPB dan CSIS ini dapat membuat mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu strategis yang memengaruhi bangsa. Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, turut menekankan posisi Indonesia yang harus berpegang teguh pada prinsip bebas-aktif. Baca Juga:  Peringatan Vladimir Putin: Pasukan Asing di Ukraina Akan Menjadi “Target yang Sah” “Indonesia memiliki modal besar sebagai negara demokrasi terbesar di Asia Tenggara dan anggota Group of Twenty (G20). Tantangan geopolitik global harus menjadi peluang untuk berperan sebagai penengah, pembangun jembatan, dan penggerak kerja sama internasional,” ungkapnya. Diskusi yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini dipandu oleh Donna Youlla. Seluruh sivitas akademika UPB, mahasiswa lintas fakultas, serta undangan eksternal tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab yang membahas isu-isu strategis, mulai dari rivalitas Amerika Serikat–Tiongkok, dinamika Asia Tenggara, hingga strategi Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK