Distribusi Terhambat Banjir di Jawa, Pasokan Bawang Merah ke Pontianak Mulai Normal
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Distribusi bawang merah ke Kota Pontianak dilaporkan sempat mengalami gangguan serius yang memicu lonjakan harga cukup
signifikan
di pasar-pasar tradisional.
Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianak, Irwan Prayitno, mengonfirmasi bahwa kendala pasokan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca di daerah asal, Kamis, (19/02/2026).
Kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Pulau Jawa mengakibatkan alur distribusi menuju Kalimantan Barat terhambat selama beberapa waktu.
"Terkait bawang merah memang kemarin terjadi kenaikan yang cukup signifikan tapi sekarang kondisi sudah mulai menurun," ungkap Irwan Prayitno.
Baca Juga:
Ekspedisi Macet Jelang Puasa, Harga Bawang Merah di Pontianak Tembus Rp88 Ribu, Beras dan Telur Stabil
Ia menjelaskan bahwa tersendatnya pengiriman dari Pulau Jawa menjadi faktor utama yang membuat ketersediaan barang di pasar menipis.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, pihak dinas mengklaim arus
distribusi
sudah mulai berangsur pulih seiring membaiknya kondisi di jalur pengiriman.
"Distribusi bawang merah dari pulau Jawa agak terhambat, tapi beberapa hari sudah mulai normal kembali karena distribusi sudah mulai di kita dan sudah didistribusikan ke pasar-pasar," tambahnya.
Meski pasokan diklaim mulai kembali normal, fluktuasi harga ini menjadi catatan bagi ketahanan pangan daerah yang masih sangat bergantung pada pasokan luar pulau.
Masyarakat kini mengawasi apakah normalnya distribusi tersebut akan diikuti dengan penurunan harga yang cepat di tingkat pedagang eceran atau justru tertahan di level tinggi.
Baca Juga:
Minyak Goreng Stabil, Tapi Kok Bawang Merah Susah Dicari? Ini Kata Pedagang
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.