faktakalbar

Ditegur Saat Percantik Jalan Supadio, Bupati Sujiwo Sebut Angkasa Pura II Tak Hargai Pemda

Penulis: Redaksi Friday, 10 October 2025 📖 2 menit
Ditegur Saat Percantik Jalan Supadio, Bupati Sujiwo Sebut Angkasa Pura II Tak Hargai Pemda
Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meluapkan kekecewaan dan kritiknya terhadap PT Angkasa Pura II . Polemik ini memanas setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kubu Raya mendapat teguran dan diminta menghentikan pekerjaan pengecatan serta pemasangan lampu hias di kawasan strategis Jalan Arteri Supadio. Baca Juga: Bupati Kubu Raya Gelar Rapat Mendadak Bahas Kendaraan Bertonase Besar Lewati Jalan Masyarakat Sujiwo menilai tindakan tersebut sebagai cerminan arogansi birokrasi yang tidak menghargai upaya pemerintah daerah. Menurutnya, langkah Pemkab Kubu Raya tersebut murni bertujuan untuk memperindah wajah daerah dan menjawab keresahan masyarakat. Tindakan Bupati Sujiwo kritik Angkasa Pura II ini disampaikannya langsung saat meninjau lokasi pada Rabu, (8/10/2025). Bupati Sujiwo mengakui bahwa objek yang sedang ditata, yakni sebuah monumen di dekat bundaran bandara, memang merupakan aset milik BUMN tersebut. “Monumen di belakang saya ini memang merupakan aset milik Angkasa Pura II. Oleh kami, monumen ini dilakukan pengecatan agar lebih indah dan enak dilihat. Namun ternyata, pemilik aset merasa terganggu dengan upaya penataan yang kami lakukan ini.” kata Sujiwo, sebagaimana dikutip dari akun media sosialnya. Ia pun menyindir pihak Angkasa Pura II yang dinilai abai terhadap asetnya sendiri. “Pesan saya kepada Angkasa Pura II, mohon kiranya aset yang dimiliki untuk dirawat dan diperindah. Kalau memang tidak sanggup menjaga asetnya, setidaknya berterima kasihlah kepada pihak yang sudah berusaha mempercantiknya,” lanjut Sujiwo. Lebih jauh, ia menyoroti cara peneguran yang dianggap berlebihan dan tidak mencerminkan semangat sinergi antar-instansi pemerintah. “Seharusnya pihak Angkasa Pura II bisa berkoordinasi dengan baik tanpa harus bersikap seperti menginterogasi petugas lapangan,” ujarnya. Kekecewaan Sujiwo semakin memuncak saat ia membandingkan insiden ini dengan kondisi fasilitas di kawasan Bandara Internasional Supadio yang menurutnya tidak terawat dan terkesan kumuh, mulai dari taman hingga sistem parkir otomatis yang sering bermasalah. Baca Juga: Bupati Kubu Raya Minta Maaf Atas Masalah di Acara Jalan Sehat JIWO “Kalau saya mau perbaiki supaya terang dan indah saja ditegur, ini sudah kebangetan,” tegasnya dengan nada tinggi. “Kami ini sama-sama pelat merah, harusnya bisa saling dukung, bukan saling jegal.” Pernyataan Bupati Sujiwo kritik Angkasa Pura II juga menyasar pada kultur birokrasi yang kaku dan lamban merespons kebutuhan publik. “Kalau semua harus surat menyurat dulu sementara rakyat menjerit, ya kapan selesainya. Rakyat butuh hasil nyata, bukan birokrasi berlapis,” tegasnya. Meski demikian, Sujiwo menyatakan pihaknya tetap membuka ruang dialog dengan Angkasa Pura II, dengan syarat komunikasi tersebut dilandasi sikap saling menghormati dan tidak menghambat kerja pelayanan publik. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK