faktakalbar

Diterjang Badai 16 Jam, Muatan Sembako Dibuang ke Laut Demi Selamatkan Penumpang

Penulis: Redaksi Saturday, 22 November 2025 📖 1 menit
Diterjang Badai 16 Jam, Muatan Sembako Dibuang ke Laut Demi Selamatkan Penumpang
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Pilihan sulit harus diambil di tengah amukan badai di perairan Kayong Utara pada Kamis (20/11/2025). Demi menyelamatkan 15 nyawa penumpang, termasuk anak-anak, muatan kapal berupa 7 ton sembako terpaksa dibuang ke laut. Peristiwa dramatis ini dialami oleh kapal klotok yang dinakhodai Ilyas dan Ardiansyah. Kapal tersebut awalnya bertolak dari Ketapang pada pukul 04.00 WIB dengan tujuan Desa Padang, Kepulauan Karimata. Baca Juga:  Cukup Bayar Rp90 Ribu, Ratusan Warga Kayong Utara ‘Serbu’ Paket Sembako Murah Gubernur Norsan Selain membawa penumpang, kapal ini mengangkut stok beras dan minyak goreng untuk kegiatan Gerakan Pasar Murah. Petaka bermula sekitar pukul 10.20 WIB saat kapal berada di tengah laut lepas. Cuaca yang semula bersahabat tiba-tiba berubah ekstrem . Angin kencang dan gelombang tinggi menghantam lambung kapal hingga membuat keseimbangan kapal goyah dan nyaris terbalik. Detik-detik Penyelamatan Dalam situasi genting dan kepanikan penumpang, nakhoda mengambil keputusan cepat dan berani. Ia memerintahkan agar sebagian besar muatan dibuang ke laut (jettison) untuk mengurangi beban dan menstabilkan kapal. "Muatan tersebut sedianya untuk masyarakat, namun keselamatan nyawa penumpang di atas segalanya," ungkap salah satu saksi mata kejadian. Perjuangan melawan badai belum usai setelah muatan dibuang. Kapal harus terombang-ambing selama 16 jam di lautan dua kali lipat dari waktu tempuh normal yang biasanya hanya 8 jam. Beruntung, kapal akhirnya berhasil bersandar di Desa Padang sekitar pukul 20.00 WIB. Seluruh awak dan 15 penumpang dipastikan selamat meski mengalami syok berat. Peringatan Cuaca Ekstrem Insiden ini menjadi peringatan keras bagi aktivitas pelayaran di Kalimantan Barat. Otoritas pelabuhan setempat mencatat bahwa perairan Kayong Utara dan Ketapang sedang memasuki musim angin barat yang rawan cuaca buruk tiba-tiba. Peringatan waspada gelombang tinggi bahkan telah dikeluarkan dan berlaku hingga 27 November 2025. Para nelayan dan operator kapal diimbau untuk tidak memaksakan keberangkatan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, demi mencegah tragedi serupa terulang. Baca Juga:  Bupati Kayong Utara: Suksesnya Pembangunan Daerah Perlu Peran Strategis TP-PKK (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK