faktakalbar

Dokter RSUD SSMA Pontianak: Kabut Asap Bawa Partikel Halus, Rentan Bagi Anak dan Lansia

Penulis: Redaksi Wednesday, 28 January 2026 📖 1 menit
Dokter RSUD SSMA Pontianak: Kabut Asap Bawa Partikel Halus, Rentan Bagi Anak dan Lansia
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar penyuluhan kesehatan terkait dampak kabut asap kepada para pasien, Selasa (27/1/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat mengenai risiko gangguan kesehatan akibat partikel yang terkandung dalam asap sisa kebakaran lahan. Dokter Umum RSUD SSMA, dr. Nihayatus Solikhah, menjelaskan bahwa kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa material kecil yang bisa masuk ke tubuh. "Kabut asap ini membawa partikel-partikel halus yang mudah masuk ke saluran pernapasan. Dampaknya bisa berupa iritasi mata, batuk, pilek, dan keluhan kesehatan lainnya, khususnya pada kelompok masyarakat yang rentan," jelas dr. Nihayatus. Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat: BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Seminggu ke Depan Ia menekankan agar kelompok masyarakat dengan kondisi fisik tertentu lebih waspada terhadap paparan udara luar saat ini. "Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, penyakit jantung, dan paru-paru menjadi kelompok yang paling rentan terdampak," ungkapnya. Pasien Terbanyak di Puskesmas Terkait data kunjungan pasien akibat dampak asap, dr. Nihayatus menyebutkan bahwa di RSUD SSMA belum terlihat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan. Hal ini dikarenakan pasien dengan gejala awal umumnya berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Data yang masuk di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” paparnya. Menutup penyuluhannya, ia memberikan saran praktis bagi warga Kota Pontianak dalam menghadapi situasi udara yang kurang sehat. “Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” pungkasnya. Baca Juga:  Pasien Terdampak Asap di RSUD Kota Pontianak Terlihat Minim? Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK