Dompet Aman, Badan Sehat: Ini 5 Manfaat 'Ajaib' Rutin Masak Sendiri di Rumah
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Di era serba praktis ini, memesan makanan lewat aplikasi ojek
online
seringkali menjadi jalan pintas saat perut lapar.
Memang mudah dan cepat, namun tanpa disadari, kebiasaan ini bisa menguras isi dompet dan berdampak kurang baik bagi kesehatan jangka panjang.
Kembali ke dapur dan mengolah makanan sendiri sebenarnya bukan sekadar tentang kenyang.
Ada
investasi
kesehatan dan finansial yang besar di balik kegiatan memotong sayur dan menumis bumbu.
Baca Juga:
Anti Eneg! Ini 5 Menu Sarapan Sehat yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Semangat Seharian
Jika Anda masih ragu untuk mulai menyalakan kompor, berikut adalah 5 manfaat utama memasak sendiri di rumah yang bisa mengubah kualitas hidup Anda:
1. Kontrol Penuh Atas Nutrisi dan Bahan
Saat membeli makanan di luar, kita sering tidak tahu seberapa banyak gula, garam, penyedap rasa (MSG), atau minyak yang digunakan.
Dengan memasak sendiri, Anda memegang kendali penuh.
Anda bisa mengganti minyak sawit dengan minyak zaitun, mengurangi takaran garam, atau menukar nasi putih dengan nasi merah.
Ini adalah cara paling efektif untuk menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tanpa harus merasa tersiksa dengan menu diet yang hambar.
2. Penghematan Anggaran Belanja Bulanan
Mari berhitung.
Harga satu porsi makanan di restoran atau layanan pesan antar biasanya sudah mencakup biaya bahan baku, jasa masak, sewa tempat, pajak, hingga biaya pengiriman.
Sebaliknya, uang Rp 50.000 yang mungkin hanya cukup untuk satu kali makan di restoran, bisa digunakan untuk membeli bahan sayuran dan lauk pauk mentah yang cukup untuk makan seharian (pagi, siang, dan malam).
Dalam sebulan, selisih penghematan ini jumlahnya bisa sangat signifikan untuk dialokasikan ke tabungan lain.
3. Jaminan Kebersihan (Higienitas)
Isu keracunan makanan atau gangguan pencernaan seringkali bermula dari proses pengolahan yang kurang bersih.
Saat memasak sendiri, Anda yang mencuci sayuran, Anda yang memastikan peralatan masak bersih, dan Anda yang tahu kesegaran bahan yang digunakan.
Rasa aman ini akan membuat Anda makan dengan lebih tenang, tanpa khawatir tentang kualitas air cucian piring atau kebersihan tangan juru masak di warung makan.
4. Terapi Penghilang Stres (
Cooking Therapy
)
Percaya atau tidak, memasak bisa menjadi kegiatan
meditatif
.
Aroma bumbu yang ditumis, suara desis panggangan, hingga aktivitas memotong bahan makanan secara ritmis dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan.
Para ahli menyebutnya sebagai
culinary therapy
.
Fokus pada resep dan rasa mengalihkan pikiran Anda dari tekanan pekerjaan atau masalah seharian, memberikan rasa puas (
sense of achievement
) ketika masakan berhasil disajikan dengan lezat.
5. Mengontrol Porsi Makan (Manajemen Berat Badan)
Restoran cenderung menyajikan porsi besar untuk memuaskan pelanggan.
Tanpa sadar, kita sering merasa "sayang jika tidak dihabiskan", yang berujung pada kelebihan kalori (
overeating
).
Di rumah, Anda bisa menakar porsi sesuai kebutuhan tubuh.
Anda bisa memperbanyak porsi sayur dan mengurangi karbohidrat sesuai target kesehatan Anda.
Kebiasaan ini sangat membantu bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan.
Memasak sendiri tidak harus rumit ala chef profesional.
Mulailah dari menu-menu sederhana seperti tumisan atau sup.
Dengan meluangkan sedikit waktu di dapur, Anda sedang "membeli" kesehatan dan menabung untuk masa depan.
Baca Juga:
5 Ide Cemilan Simpel dan Lezat untuk Mengisi Akhir Pekan yang Seru
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.