faktakalbar

DPRD & Bupati Mempawah Mangkir Lagi! Aksi Jilid 2 Memanas, Aliansi Mahasiswa-Pemuda-Masyarakat Ledakkan Kecaman

Penulis: Redaksi Thursday, 04 December 2025 📖 2 menit
DPRD & Bupati Mempawah Mangkir Lagi! Aksi Jilid 2 Memanas, Aliansi Mahasiswa-Pemuda-Masyarakat Ledakkan Kecaman
Faktakalbar.id, MEMPAWAH – Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu kembali menggelar Aksi Lanjutan Jilid 2 di halaman Kantor DPRD Mempawah, Rabu (3/12/2025). Namun, alih-alih berdialog atau menunjukkan itikad baik, seluruh anggota DPRD Mempawah justru tidak berada di tempat. Tidak satu pun wakil rakyat muncul di hadapan massa. Padahal dalam Aksi Jilid 1, aliansi telah menegaskan akan turun kembali dengan massa yang lebih besar. Baca Juga:  Selain Tolak Anggaran Rumah Dinas Rp22 Miliar, ini poin-poin Tuntutan Mahasiswa Mempawah ke DPRD Pimpinan DPRD yang mendengar langsung peringatan tersebut, dinilai tetap memilih menghindar. Koordinator Lapangan, Muslim, menyayangkan sikap DPRD Mempawah. Pasalnya, selain tidak menandatangani tuntutan pada aksi sebelumnya, pada Jilid 2 ini mereka justru menghindar total. Sikap ini dianggap seolah-olah tuntutan rakyat bukanlah sesuatu yang layak didengar. “Pada Jilid 1, yang muncul hanya Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Itupun cuma numpang lewat tanpa berani tanda tangan tuntutan rakyat. Mereka pergi tergesa-gesa, tidak membawa dokumen tuntutan, tidak meninggalkan apa pun. Benar-benar tidak punya sikap,” tegas Muslim dalam orasinya. Menurutnya, ketidakhadiran seluruh anggota DPRD pada Aksi Jilid 2 menjadi bukti nyata bahwa lembaga perwakilan rakyat di Mempawah gagal menunjukkan keberanian dan tanggung jawab moral. “DPRD tidak hadir, Bupati juga tidak hadir. Padahal dalam surat aksi kami sudah jelas meminta kehadiran Bupati Mempawah. Jilid 1 pun dia tidak muncul. Sampai kapan mereka lari dari rakyat? Sampai kapan pejabat-pejabat ini bersembunyi di balik jabatan tanpa berani berdiri di depan publik?” lanjut Muslim, memanaskan suasana. Aliansi menegaskan aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan perlawanan terhadap praktik pemerintahan yang dinilai tidak transparan dan abai terhadap masyarakat. Sorotan utama tertuju pada desakan pembatalan anggaran pembangunan Pendopo atau Rumah Dinas Bupati yang dianggap tidak mendesak di tengah situasi ekonomi sulit. Muslim juga memberikan ultimatum keras terkait rencana aksi lanjutan. Ia memastikan eskalasi gerakan akan meningkat jika tuntutan tidak segera dipenuhi. “Jika DPRD dan Bupati memilih menghilang hari ini, maka Senin (08/12/2025), tidak ada lagi ruang bagi mereka untuk sembunyi. Aksi Jilid 3 akan kami gelar langsung di Kantor Bupati Mempawah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk hadir. Ini bukan lagi sekadar perjuangan mahasiswa, ini perjuangan seluruh rakyat yang muak dengan arogansi,” serunya. Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat Bersatu menegaskan tidak akan mundur sebelum pemerintah daerah membuka diri, bertanggung jawab, dan membatalkan anggaran yang dianggap tidak pro-rakyat tersebut. “Kami tidak akan berhenti. Jika mereka terus lari, maka rakyat akan terus mengejar,” tutup Muslim, mengakhiri orasi yang disambut riuh massa aksi. Baca Juga:  Aliansi Mahasiswa Mempawah Tolak Anggaran Rp22 Miliar Rumah Dinas Bupati, Tuntut Prioritaskan Hak Masyarakat (RN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK