faktakalbar

DPRD Kayong Utara Tinjau Dugaan Pencemaran Sungai Siduk di Desa Riam Berasap Jaya

Penulis: Redaksi Tuesday, 02 September 2025 📖 1 menit
DPRD Kayong Utara Tinjau Dugaan Pencemaran Sungai Siduk di Desa Riam Berasap Jaya
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Selasa (26/8/2025). DPRD Kabupaten Kayong Utara turun langsung meninjau kondisi Sungai Siduk di Desa Riam Berasap Jaya , Kecamatan Sukadana, menyusul audiensi pemerintah desa dengan DPRD terkait keluhan warga mengenai dugaan pencemaran. Baca Juga:   Bupati Kayong Utara Perjuangkan Tenaga Non-ASN Jadi PPPK Paruh Waktu Rombongan DPRD yang hadir di antaranya anggota Komisi III Sy Rendy Septian Noor dan Rafiuddin, serta anggota Komisi I Kamiriluddin. Sebelum menuju lapangan, mereka lebih dulu menyambangi Kantor Desa Riam Berasap Jaya. Turut hadir perwakilan Dinas Perkim LH Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang untuk memastikan dugaan pencemaran Sungai Siduk. Sungai ini menjadi batas wilayah kedua kabupaten sekaligus sumber kehidupan masyarakat sejak lama. “Dalam audiensi, Kepala Desa Riam Berasap Jaya, Bastarin, bersama Ketua BPD Rabuansyah menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya kondisi air Sungai Siduk yang kini diduga tercemar, ” kata Kamiriluddin. Menurutnya, warga menduga pencemaran berasal dari aktivitas perkebunan kelapa sawit PT Kayung Garo Lestari (KAL) yang kini telah diakuisisi PT FR. “Jarak perkebunan dengan sungai sangat dekat. Bahkan saya melihat langsung ada tanaman sawit yang hanya berjarak 20–30 meter dari sungai,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, Dinas Perkim LH Ketapang mengambil sampel air Sungai Siduk untuk diuji laboratorium. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam 14 hari. Baca Juga:   JKU E-Sport Season 3: Puluhan Tim Bertarung di Turnamen Mobile Legends dan PUBG Kayong Utara “Kita sama-sama menunggu hasil uji, apakah air Sungai Siduk masih layak dikonsumsi atau tidak,” tambah Kamiriluddin. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK