Dramatis! Bermain dengan 10 Pemain, Persela Lamongan Kunci Kemenangan 2-1 atas Persiku Kudus
Faktakalbar.id, OLAHRAGA
- Persela Lamongan meraih kemenangan dramatis saat menjamu
Persiku Kudus
dalam laga lanjutan Liga Pegadaian Championship musim
2025-2026
. Bertanding di
Stadion Surajaya Lamongan
, Senin (29/9/2025), tim tuan rumah sukses mendulang poin penuh dengan skor akhir
2-1
.
Kemenangan Persela ini terasa lebih istimewa karena mereka harus bermain dengan
10 pemain
sejak menit
ke-20
. Wasit terpaksa mengusir
Hendro Siswanto
setelah dianggap melanggar pemain
Persiku Kudus
di area pertahanan Persela.
Bermain dengan kekurangan jumlah pemain, Persiku Kudus justru terus menekan jantung pertahanan Persela dan kerap menciptakan peluang.
Namun, Persela-lah yang berhasil memecah kebuntuan lebih dahulu melalui
M Adam Malik
pada menit
ke-78
. Gol ini tercipta setelah
Adam Malik
menerima umpan lambung dan sukses menyarangkan bola ke gawang yang dijaga
Eko Saputro
.
Tertinggal satu gol, Persiku Kudus sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui gol yang dicetak oleh
Muhammad Khoirul Anam
pada menit
ke-90
.
Baca Juga:
Hasil Lengkap Piala Dunia U20: Murid Messi Cetak Hattrick, AS Bantai Kaledonia Baru 9-1
Di akhir laga, Persela Lamongan mendapatkan hadiah penalti setelah pemain belakang Persiku Kudus melakukan pelanggaran di kotak terlarang.
Jonathan Ezequiel Bustos
yang dipercaya menjadi eksekutor sukses melesatkan gol, mengubah skor menjadi
2-1
untuk keunggulan tuan rumah.
Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor tidak berubah, memastikan kemenangan dramatis bagi Persela Lamongan.
Menanggapi hasil tersebut, pelatih Persela Lamongan,
Aji Santoso
, mengaku senang karena timnya mampu memenangkan pertandingan meskipun hanya bermain dengan
10 pemain
.
Aji menegaskan bahwa kemenangan ini tidak ada kaitannya dengan tuntutan pihak manajemen, meskipun tim sebelumnya sempat melalui dua laga tanpa kemenangan.
"Jadi tidak ada tekanan karena manajemen juga melihat pertandingan ini masih cukup lama. Dan tanpa kehadiran penonton juga saya pikir tidak bisa memberikan tekanan pada lawan. Tapi saya saat jadi pelatih di klub lain sudah terbiasa bermain tanpa adanya suporter," tutupnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.