faktakalbar

Driver Ambulans RSUD Ade M Djoen Sintang Turunkan Jenazah di SPBU: Melayani atau Bisnis ?

Penulis: Redaksi Wednesday, 17 July 2024 📖 1 menit
Driver Ambulans RSUD Ade M Djoen Sintang Turunkan Jenazah di SPBU: Melayani atau Bisnis ?
SINTANG- Viral di media sosial, driver ambulans RSUD Ade M Djoen Sintang turunkan jenazah  di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Sintang,Selasa (16/7). Kejadian tersebut diduga karena keluarga tidak membayar uang pengisian bensin sebanyak Rp400.000,00 (empat ratus ribu rupiah) kepada sang driver.   Kejadian bermula saat seorang warga yang meninggal setelah melahirkan akan diantarkan ke Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang. Keluarga ingin mengantar jenazah menggunakan ambulans RSUD dan dimintai bayaran sebesar Rp600.000,00 (enam ratus ribu rupiah).   Namun, sesampainya di SPBU Bujang Beji, Kabupaten Sintang, sang driver memintai kembali bayaran yang menurutnya merupakan selisih harga dari bakan bakar Dexlite yang ambulannya gunakan. Dexlite memiliki harga Rp14.900,00 per liter, sedangkan berdasarkan Perbup Ambulans biaya bahan bakarnya adalah Rp9.500,00 per liter.   Ketua Forum Relawan Kemanusiaan (FRKP) Pontianak, Bruder Stephanus Paiman, OFM Cap, menyatakan kesedihannya terhadap kejadian ini. “Saya sedih, karena setahu saya setiap RS pemerintah sudah ada dananya untuk masyarakat tidak mampu. Sungguh miris,” ucap Bruder Stephanus.   Ia pun menambahkan bahwa sekalipun hal ini mungkin merupakan kesalahpahaman antara keluarga dan sang driver,seharusnya kendaraan atau ambulans milik pemerintah tidak digunakan untuk bisnis.   “Apakah mau melayani atau berbisnis? Kalau kendaraan atau ambulans milik pemerintah digunakan untuk bisnis, ini sudah kelewatan. Pemkab perlu memberi sanksi tegas kepada drivernya,” tambahnya.   Atas kejadian ini, sang driver telah melakukan klarifikasi dan meminta maaf lewat sebuah video dan menjelaskan bahwa ia sebenarnya ingin melakukan tukar unit ambulans dan bukan menurunkan jenazah untuk ditinggalkan. Ia pun siap atas konsekuensi yang akan diterima.(mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK