faktakalbar

Dua Unit Ruko Hangus Akibat Kebakaran di Pasar Selakau, Diduga Karena Korsleting Listrik

Penulis: Redaksi Wednesday, 07 January 2026 📖 1 menit
Dua Unit Ruko Hangus Akibat Kebakaran di Pasar Selakau, Diduga Karena Korsleting Listrik
Faktakalbar.id, SAMBAS – Peristiwa kebakaran di Pasar Selakau , Kabupaten Sambas, menghanguskan dua unit rumah toko (ruko) pada Selasa (6/1/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB ini sempat membuat panik warga dan pedagang di sekitar Dusun Damai RT 06 RW 02, Desa Parit Baru. Baca Juga: Kebakaran Pasar Seluas Hanguskan 21 Ruko, Aktivitas Ekonomi Lumpuh Total Mendapat laporan adanya api yang membesar di kawasan padat penduduk tersebut, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Selakau bergerak cepat menuju lokasi. Petugas langsung melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan membantu proses pemadaman agar api tidak meluas. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan saksi mata di lapangan, sumber api diduga kuat berasal dari masalah kelistrikan. Titik api pertama kali teridentifikasi muncul dari salah satu bangunan ruko milik warga bernama Afui. Kondisi bangunan yang berjarak sangat dekat satu sama lain, ditambah dengan adanya material bangunan yang mudah terbakar, membuat api dengan cepat merambat ke bangunan ruko di sebelahnya. Dalam musibah kebakaran di Pasar Selakau ini, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa. Kendati demikian, kerugian materiil yang dialami oleh para pemilik ruko masih dalam proses pendataan lebih lanjut. Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Seluas Bengkayang Sabtu Petang Selain fokus pada pemadaman, personel Polsek Selakau juga sibuk mengatur arus lalu lintas di sekitar pasar. Langkah ini diambil untuk mencegah kemacetan total yang dapat menghambat akses mobil pemadam kebakaran serta menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK