faktakalbar

Dugaan Kecurangan Bayangi Rekrutmen PDAM Pontianak, Peserta Curiga Ada “Titipan” yang Sudah Disetting

Faktakalbar.id - Proses rekrutmen karyawan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak yang sebelumnya diklaim transparan dan bebas titipan kini dipertanyakan sejumlah peserta.

Penulis: Tim FK Thursday, 08 October 2026 📖 3 menit
Dugaan Kecurangan Bayangi Rekrutmen PDAM Pontianak, Peserta Curiga Ada “Titipan” yang Sudah Disetting
Pamflet rekrutmen Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak di Universitas Tanjungpura.

Faktakalbar.id - Proses rekrutmen karyawan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak yang sebelumnya diklaim transparan dan bebas titipan kini dipertanyakan sejumlah peserta.

Dugaan muncul mulai dari tidak transparannya nilai peserta, mekanisme tes menggunakan perangkat pribadi, hingga kecurigaan adanya peserta tertentu yang diduga telah disiapkan atau “dititipkan” untuk lolos.

Sejumlah peserta yang mengikuti tahapan seleksi mengaku mempertanyakan sistem penilaian karena mereka tidak memperoleh informasi nilai secara terbuka pada tahapan tertentu.

Salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti nilai yang diperoleh setelah mengikuti tes. Kondisi tersebut membuat peserta kesulitan membandingkan hasilnya dengan peserta lain.

“Tidak ada nilainya. Kita cuma tahu lulus atau tidak lulus. Bagaimana mau membandingkan dengan peserta lain,” ujar peserta tersebut kepada Fakta Kalbar.

Keterangan serupa disampaikan peserta lainnya. Menurut dia, terdapat perbedaan transparansi antara tahapan tes sebelumnya dengan tahapan berikutnya.

Pada tes tertentu, peserta disebut dapat mengetahui hasil atau nilai yang diperoleh. Namun, pada tahapan selanjutnya, peserta mengaku tidak memperoleh informasi nilai secara jelas.

Persoalan lain muncul dari mekanisme pelaksanaan tes.

Berdasarkan keterangan peserta yang diperoleh Fakta Kalbar, peserta pada salah satu tahapan diperbolehkan membawa dan menggunakan telepon seluler masing-masing. Peserta juga disebut mengerjakan tes menggunakan perangkat dan kuota internet pribadi.

Kondisi tersebut dinilai membuka celah terjadinya komunikasi antarpeserta maupun kemungkinan peserta memperoleh bantuan dari pihak lain.

“Peserta menggunakan HP sendiri. Duduknya juga berdekatan. Kalau ada yang mengirim jawaban lewat HP sebenarnya bisa saja, tetapi memang sulit membuktikannya,” kata sumber tersebut.

Keterangan itu menjadi sorotan karena seleksi tahap kedua diikuti ratusan peserta. Berdasarkan pemberitaan pada 5 Oktober 2026, sebanyak 588 peserta mengikuti tes tahap kedua di Aula Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Panitia menyebut peserta diseleksi berdasarkan pemeringkatan hasil ujian untuk kemudian disaring menjadi 160 peserta. 

Lebih jauh, muncul dugaan mengenai adanya peserta titipan.

Sejumlah peserta dan orang tua peserta mencurigai adanya peserta tertentu yang diduga telah dipersiapkan untuk lolos sebelum seluruh proses seleksi selesai.

Kecurigaan tersebut semakin menguat setelah peserta membandingkan hasil yang mereka peroleh dengan informasi mengenai peserta lain.

Salah seorang peserta bahkan mempertanyakan adanya informasi peserta dengan nilai tertentu yang dinyatakan tidak lulus, sementara peserta dengan nilai berbeda justru dinyatakan lolos.

“Kalau nilai kita saja tidak bisa dilihat, bagaimana mau tahu peserta lain? Bagaimana mau membandingkan?” ujar peserta tersebut.

Dugaan “titipan” menjadi isu serius karena menyangkut kredibilitas proses rekrutmen perusahaan daerah yang menyangkut kepentingan publik.

Sementara itu, PT Mardani Mulya Cemerlang selaku penyelenggara seleksi membantah adanya kecurangan maupun peserta titipan dalam proses rekrutmen tersebut.

PIC PT Mardani Mulya Cemerlang, Dody Triasmara, dalam tanggapannya kepada Fakta Kalbar mengatakan seluruh peserta dapat mengetahui nilai masing-masing melalui sistem yang digunakan. Panitia juga menyediakan posko pengaduan dan konsultasi nilai bagi peserta yang ingin mengetahui hasil maupun alasan tidak lolos dalam tahapan seleksi.

Terkait penggunaan HP pribadi saat tes, Dody menyebut proses seleksi dilakukan dengan pengawasan berlapis. Menurutnya, pelaksanaan tes CAT pada 3–4 Oktober 2026 di Universitas Tanjungpura turut dipantau Kepolisian, Kejaksaan, dan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Barat.

Mengenai dasar kelulusan, Dody menjelaskan seleksi menggunakan sistem passing grade dan pemeringkatan, dengan tahapan lanjutan meliputi psikotes, analisis, wawancara sikap dan perilaku, serta penulisan esai. Dari proses tersebut, sebanyak 162 peserta mengikuti tahapan wawancara sebelum disaring menjadi 60 peserta yang direkomendasikan kepada Perumda.

Sementara terkait dugaan adanya peserta titipan atau intervensi pihak tertentu, Dody menyampaikan bahwa Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Khatulistiwa Pontianak, Agus Darius, telah menegaskan tidak ada tekanan maupun titipan dalam proses penerimaan pegawai.

Dody juga menyebut proses seleksi mengacu pada Permendagri Nomor 23 Tahun 2024, termasuk ketentuan mengenai nepotisme dan hubungan kekeluargaan dalam pengangkatan pegawai. Panitia meminta masyarakat dan Ombudsman turut mengawal proses seleksi untuk memastikan rekrutmen berlangsung transparan dan bebas nepotisme.

Namun, setelah Fakta Kalbar mengonfirmasi kembali jawaban panitia tersebut kepada peserta yang menjadi narasumber, keterangan peserta justru menyatakan bahwa nilai pada tahapan yang dipersoalkan tidak langsung dapat dilihat melalui sistem seperti pada tahapan sebelumnya. Peserta mengaku harus datang ke lokasi panitia di Untan untuk melihat nilai melalui laptop milik panitia. Menurut peserta, mekanisme tersebut berbeda dengan tes sebelumnya yang hasilnya dapat diketahui melalui sistem dan pengumuman hasil juga dapat diakses peserta. Peserta juga menyebut dirinya harus datang langsung karena adanya banyak protes dari peserta terkait persoalan nilai.

Keterangan tersebut menjadi pertanyaan lanjutan terhadap klaim panitia yang menyebut seluruh peserta dapat langsung mengetahui skor melalui sistem setelah tes selesai. Fakta Kalbar juga memperoleh bukti tangkapan layar hasil seleksi tahap sebelumnya yang menunjukkan peserta dapat mengetahui status kelulusan melalui sistem.

(*)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK