Petugas Bea Cukai Diduga Lecehkan Penumpang Saat Body Search di Bandara Supadio
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Seorang penumpang berinisial
AP
(30)
, membagikan dugaan pengalaman buruk yang menimpanya. Kejadian ini terjadi saat pemeriksaan oleh petugas
Bea Cukai
di Bandara Supadio, Pontianak. Korban mengaku mengalami pelecehan saat proses pemeriksaan tubuh
(
body check
atau
body search
) yang dilakukan oleh oknum petugas Bea Cukai.
Dalam wawancara khusus dengan
Faktakalbar.id
Jumat sore, (14/11/2025),
AP
menceritakan kronologi lengkapnya. Dugaan Pelecehan
Body Check/search
ini terjadi Rabu, (12/11/2025), setelah ia mendarat dari Kuala Lumpur sekitar pukul
11.12 WIB
.
Kronologi Pemeriksaan dan Kerusakan Barang
AP
menceritakan bahwa kejadian bermula saat ia melewati area pemeriksaan bea cukai. Meskipun mesin pemindai tidak berbunyi atau menunjukkan indikasi mencurigakan, petugas Bea Cukai tetap memintanya membuka koper.
“Saya sempat bertanya, ‘Apa yang mau kalian lihat?’, namun petugas tidak menjawab dengan jelas,” tutur
AP
.
Baca Juga:
Videotron Senilai Rp7 Miliar Tak Pernah Menyala di Bandara Supadio, Diduga Terdapat Kerugian Negara
Setelah itu, mereka membongkar seluruh isi koper
AP
di area terbuka.
AP
menyebut proses pembongkaran itu ceroboh. Beberapa barang pribadinya rusak. Contohnya adalah
brush makeup
dan
deodoran
yang tumpah karena menurutnya petugas tidak menanganinya dengan benar.
Body Check/Search
dan Dugaan Pelanggaran Prosedur
Setelah tidak menemukan barang mencurigakan,
AP
diminta masuk ke ruang pemeriksaan lanjutan. Di sana, korban tidak diizinkan membawa koper dan jaketnya. Barang-barang itu harus ditinggal di luar ruangan pemeriksaan.
“Saya merasa tidak nyaman dan khawatir, karena kondisi tersebut memberikan peluang terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan terhadap barang saya,” ujar
AP
.
Tindakan dugaan pelecehan dimulai sejak di dalam ruangan,
AP
awalnya diminta melepas
tank top
oleh dua petugas wanita. Ini untuk memeriksa bagian atas tubuh.
Sepatu dan kaos kakinya juga dilepas dan dibawa ke ruangan lain tanpa penjelasan. Kemudian, dua
petugas Bea Cukai pria
masuk. Mereka langsung melakukan pemeriksaan pada bagian bawah tubuh
AP
.
Baca Juga:
Menteri UMKM Tuding Oknum Bea Cukai Jadi Biang Kerok Banjirnya Pakaian Bekas Impor
AP
menceritakan tindakan dugaan pelecehan yang ia alami selanjutnya;
“Dalam proses tersebut, mereka meremas bagian bokong dan menyentuh area pribadi saya, tanpa penjelasan atau alasan yang jelas, dan tanpa adanya indikasi pelanggaran apa pun di pihak saya,” tegas
AP
.
AP
menegaskan pemeriksaan itu dilakukan dengan dugaan banyak proses pelanggaran. Pemeriksaan dilakukan:
Tanpa menunjukkan surat resmi.
Tanpa saksi independen.
Tanpa pemberitahuan prosedur dan persetujuan yang jelas sebelum pengecekan.
Setelah selesai, ia ditinggal sendirian di ruangan tersebut tanpa penjelasan apa pun.
Baca Juga:
Setelah Pajak, Purbaya Ancam Pecat Pegawai Nakal Bea Cukai!
Respons Pihak Bandara
AP
berharap kejadian ini menjadi perhatian serius. Ia merasa tidak nyaman, dilecehkan, dan diperlakukan tanpa penghormatan terhadap privasi dan haknya.
AP
juga menceritakan bahwa setelah kasus ini diangkat di media, beberapa orang merespons. Mereka mengaku pernah
mengalami hal serupa
. Ini mengindikasikan adanya pola masalah yang berulang.
Saat ia menandai akun media sosial instagram
@supadioairport
, respons yang diterima terkesan melempar tanggung jawab.
Balasan dari pihak bandara menyatakan, “Mohon maaf kak atas pengalaman tidak nyamannya di bandara kami, langsung saja urus ke pihak bea cukai provinsi saja untuk mengurus masalah tersebut.”
Kasus Dugaan Pelecehan Bandara Supadio ini kini menuntut perhatian serius dari otoritas terkait.
(*Mira)
Tag:
#Pontianak
#Bandara Supadio
#Bea Cukai
#Pelecehan Bandara Supadio
#Pelanggaran Prosedur
#Dugaan Pelecehan Body Search
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.