Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di SPBU Tanjung Hilir: Truk Antre Bolak-Balik
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Antrean panjang truk bertutup terpal terlihat di
SPBU Tanjung Hilir
, Kecamatan Pontianak Timur, Minggu, (21/9/2024). Fenomena ini memunculkan dugaan adanya praktik penyelewengan distribusi
solar subsidi
.
Dari pantauan langsung
Faktakalbar.id
, truk yang mengantre di
SPBU
didominasi kendaraan serupa dan diduga kuat bukan antrean konsumen umum. Beberapa truk bahkan terlihat berulang kali mengisi solar di lokasi itu.
Setelah mengisi, truk bergerak menuju sebuah gudang untuk membongkar muatan, lalu kembali dalam keadaan kosong dan kembali antre di SPBU yang sama.
Fakta di lapangan juga menunjukkan masyarakat umum kesulitan mendapatkan solar subsidi di
SPBU Tanjung Hilir
karena hampir seluruh antrean dikuasai oleh kelompok tertentu.
Baca Juga:
Lexus RX300 Mogok Usai Isi Pertamax, Diduga Akibat BBM Tercemar
Seorang narasumber bernama
Wawan
menuturkan, praktik tersebut melibatkan penggunaan
baby tank
berkapasitas lebih dari
3.000 liter
yang disembunyikan di balik terpal truk.
Menurutnya, para pelaku juga memiliki banyak
barcode
pengisian solar sehingga bisa melakukan transaksi berulang kali tanpa terdeteksi.
“Itu sebabnya truk bisa bolak-balik terus mengisi. Kalau konsumen umum jelas tidak mungkin dapat jatah seperti itu,” kata
Wawan
.
Faktakalbar.id
telah berupaya meminta konfirmasi kepada manajemen
SPBU Tanjung Hilir
. Pesan konfirmasi resmi dikirimkan melalui
WhatsApp
kepada
(FV)
, manajer SPBU, Senin, (22/9/2024). Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban.
Baca Juga:
Sebuah Mobil Terperosok ke Parit dan Terbakar di Depan SPBU Sosok
M. Rifal
, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (
GN-PK
) Kalbar, menilai praktik seperti ini menunjukkan lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi di daerah.
“Jika benar truk bermuatan baby tank bisa bebas bolak-balik mengisi solar di SPBU, ini jelas ada pembiaran. Negara dirugikan, masyarakat kecil tidak mendapat haknya,” kata Rifal saat dimintai tanggapan, Senin, (22/9/2024).
Menurut Rifal, aparat penegak hukum dan Pertamina tidak bisa tinggal diam.
“Kasus ini harus segera diusut tuntas. Jangan sampai SPBU menjadi sarang mafia solar. Kami dari GNPK Kalbar siap mengawal persoalan ini,” ujarnya.
Praktik antrean berulang oleh truk-truk yang sama kian memperkuat dugaan adanya
jaringan terorganisir
dalam distribusi solar subsidi di SPBU Tanjung Hilir.
Sementara itu, hingga kini pihak Pertamina maupun aparat berwenang belum memberikan penjelasan terkait temuan ini.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.