Duka di Puncak Dukono: Dua Tewas dan Puluhan Terjebak, BNPB Soroti Dugaan Kelalaian Pendaki
FAKTAKALBAR.ID, NASIONAL
– Gunung Dukono di Maluku Utara meletus dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pagi pukul 07.41 WIT.
Letusan yang menyemburkan kolom abu hingga ketinggian 10 kilometer ini berujung tragis setelah sejumlah pendaki dilaporkan menjadi korban di tengah status penutupan kawasan wisata pendakian.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan adanya indikasi kuat kelalaian dari pihak-pihak yang memaksakan aktivitas pendakian meskipun otoritas terkait telah mengeluarkan peringatan penutupan area.
Dugaan Pengabaian Larangan Mendaki
Baca Juga:
Semburkan Abu 500 Meter, Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Berstatus Waspada Level II
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pemerintah tengah mendalami kronologi lengkap kejadian guna memastikan adanya unsur pelanggaran prosedur di lapangan.
"Dari hasil diskusi sementara antar instansi, terdapat dugaan adanya kelalaian dari pegiat wisata atau pihak yang tetap melakukan aktivitas pendakian meskipun telah terdapat pemberitahuan penutupan kawasan wisata pendakian Gunung Dukono," tegas Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Laporan Korban Jiwa dan Pendaki yang Terjebak
Dampak erupsi ini dilaporkan sangat fatal. Berdasarkan keterangan AKBP Erlichson Pasaribu, laporan dari BPBD mengonfirmasi adanya korban jiwa dan pendaki yang masih dalam pencarian.
"Berdasarkan informasi dari BPBD ada tiga korban, dua meninggal satu masih hilang," ujar Erlichson.
Hingga saat ini, nasib satu korban yang hilang tersebut masih belum dapat dipastikan. Selain korban jiwa, BNPB mencatat sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka. Situasi semakin genting dengan laporan bahwa 20 pendaki masih terjebak di area pegunungan.
Dari jumlah tersebut, diketahui 9 orang merupakan warga negara asing (WNA), sementara sisanya adalah warga lokal Maluku Utara.
Langkah Tegas dan Imbauan Keselamatan
Merespons insiden ini, petugas gabungan berkomitmen untuk memperketat pengawasan di seluruh jalur pendakian guna mencegah adanya pendaki ilegal yang masuk tanpa izin di masa mendatang.
BNPB dan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi keras agar tidak ada aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang.
Masyarakat dan wisatawan diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap kondisi vulkanik yang dinamis.
"Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tidak beraktivitas dalam radius berbahaya yang telah direkomendasikan otoritas terkait serta menggunakan masker apabila terjadi hujan abu vulkanik," ucap Abdul Muhari mengimbau.
Masyarakat sekitar Gunung Dukono diharapkan selalu menyediakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari ancaman abu vulkanik yang dapat membahayakan sistem pernapasan di tengah kondisi darurat ini.
Baca Juga:
Erupsi Gunung Semeru Disertai Awan Panas 3,5 Km, Warga Diminta Waspada
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.