faktakalbar

Dukung Penggunaan QRIS, Harisson: Kembalian Uang Beli Kangkung Tidak Lagi Diganti Permen

Penulis: Redaksi Monday, 19 August 2024 📖 1 menit
Dukung Penggunaan QRIS, Harisson: Kembalian Uang Beli Kangkung Tidak Lagi Diganti Permen
PONTIANAK – Pj Gubernur Kalbar, Harisson mendukung perluasan digitalisasi dalam dunia perbankan di Kalbar. Salah satunya penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran di masyarakat. Dia meyakinkan, penggunaan QRIS sangat mudah dan membantu. "Transaksi menggunakan QRIS itu Mudah. Contoh, kalau ibu-ibu transaksi (beli) kangkung di pasar harganya Rp2.770. Bingung kita keluarkan duit dari dompet, kalau gunakan QRIS kita tinggal pencet di handphone Rp2.770, sudah sampai di rekening penjual, jadi tidak ada istilah uang kembalian diganti permen. Jadi semakin mudah, dan ibu-ibu tidak perlu bawa dompet, cukup bawa handphone, termasuk pedagang UMKM yang menjual dagangannya," kata Harisson saat menghadiri acara puncak Pekan QRIS Nasional Tahun 2024 di Taman Alun-Alun Kapuas Pontianak, Minggu (18/8/2024). Selain di masyarakat, dukungan digitalisasi keuangan, kata Harisson juga perlu dilakukan di pemerintahan. Dirinya juga memberikan dukungan program Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kalbar yang menuju 100 persen digitalisasi pada 2025. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalimantan Barat, Nur Asyura Anggini Sari mengungkapkan Pekan QRIS Nasional 2024 dilaksanakan serentak oleh 46 kantor perwakilan Bank Indonesia seluruh Indonesia yang diselenggarakan mulai 12 Agustus yang lalu dan berakhir pada hari ini 18 Agustus 2024. "Pekan QRIS Nasional ini diselenggarakan dalam rangka untuk meningkatkan akselerasi pembayaran digital oleh masyarakat, juga untuk kami Bank Indonesia melakukan sosialisasi kebijakan-kebijakan di bidang keuangan, khususnya sistem pembayaran." ungkap Nur Asyura Tahun 2019 QRIS diluncurkan oleh Bank Indonesia dan diusianya yang ke- 5 Tahun ini diselenggarakan Pekan QRIS bersamaan dengan Dirgahayu Republik Indonesia ke 79. (rdh)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK