Duta HIV/AIDS Landak Diminta Edukasi Generasi Muda dan Lawan Stigma terhadap Orang dengan HIV
Faktakalbar.id - Para Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak 2026 diminta aktif memberikan edukasi kepada generasi muda serta membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Faktakalbar.id - Para Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak 2026 diminta aktif memberikan edukasi kepada generasi muda serta membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menutup Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak 2026 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (19/9/2026).
Karolin mengatakan peran duta tidak berhenti pada peserta yang terpilih sebagai pemenang, tetapi juga dapat dilakukan seluruh peserta dalam lingkungan masing-masing.
Ia meminta para duta menjadi sumber informasi yang memberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS berdasarkan fakta kepada kelompok sebaya.
"Pertama, edukator yang menyebarkan edukasi yang benar dan berbasis fakta terkait pencegahan kepada teman sebaya di sekolah, kampus, maupun masyarakat umum. Kedua, mengikis stigma dan diskriminasi, mengajak masyarakat untuk menjauhi virus dan penyakitnya, namun bukan menjauhi orangnya," tutur Karolin.
Menurut Karolin, edukasi kepada kelompok muda menjadi penting karena kasus HIV/AIDS juga ditemukan pada kelompok usia produktif dan muda.
Selain memberikan edukasi, para duta diminta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan perilaku berisiko.
"Ketiga adalah yang paling penting, bagaimana semua menjadi agen untuk mendorong pola hidup yang sehat, mengajak generasi muda Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Landak untuk membentengi diri dari perilaku berisiko seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," tegas Karolin.
Peran tersebut diarahkan untuk dilakukan melalui lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat umum.
Karolin juga menekankan pentingnya membedakan antara upaya mencegah penyebaran HIV dengan perlakuan terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar agar pencegahan penyakit tidak berkembang menjadi stigma terhadap orang yang terinfeksi HIV.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Landak menyatakan akan melanjutkan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan HIV/AIDS.
Dukungan tersebut mencakup perluasan akses skrining atau pemeriksaan dini serta penyediaan fasilitas pengobatan bagi masyarakat yang hidup dengan HIV.
Keterlibatan generasi muda melalui Duta HIV/AIDS diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tengah masyarakat.Para Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak 2026 diminta aktif memberikan edukasi kepada generasi muda serta membantu mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat menutup Pemilihan Duta HIV/AIDS Kabupaten Landak 2026 di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Sabtu (19/9/2026).
Karolin mengatakan peran duta tidak berhenti pada peserta yang terpilih sebagai pemenang, tetapi juga dapat dilakukan seluruh peserta dalam lingkungan masing-masing.
Ia meminta para duta menjadi sumber informasi yang memberikan pemahaman mengenai HIV/AIDS berdasarkan fakta kepada kelompok sebaya.
"Pertama, edukator yang menyebarkan edukasi yang benar dan berbasis fakta terkait pencegahan kepada teman sebaya di sekolah, kampus, maupun masyarakat umum. Kedua, mengikis stigma dan diskriminasi, mengajak masyarakat untuk menjauhi virus dan penyakitnya, namun bukan menjauhi orangnya," tutur Karolin.
Menurut Karolin, edukasi kepada kelompok muda menjadi penting karena kasus HIV/AIDS juga ditemukan pada kelompok usia produktif dan muda.
Selain memberikan edukasi, para duta diminta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai bagian dari pencegahan perilaku berisiko.
"Ketiga adalah yang paling penting, bagaimana semua menjadi agen untuk mendorong pola hidup yang sehat, mengajak generasi muda Kalimantan Barat khususnya di Kabupaten Landak untuk membentengi diri dari perilaku berisiko seperti seks bebas dan penyalahgunaan narkoba," tegas Karolin.
Peran tersebut diarahkan untuk dilakukan melalui lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat umum.
Karolin juga menekankan pentingnya membedakan antara upaya mencegah penyebaran HIV dengan perlakuan terhadap orang yang hidup dengan HIV.
Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang benar agar pencegahan penyakit tidak berkembang menjadi stigma terhadap orang yang terinfeksi HIV.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Landak menyatakan akan melanjutkan dukungan terhadap program kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan HIV/AIDS.
Dukungan tersebut mencakup perluasan akses skrining atau pemeriksaan dini serta penyediaan fasilitas pengobatan bagi masyarakat yang hidup dengan HIV.
Keterlibatan generasi muda melalui Duta HIV/AIDS diharapkan dapat memperluas penyampaian informasi mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di tengah masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.