faktakalbar

Edukasi Kesehatan: Mitos dan Fakta Penyakit TBC, Bisa Sembuh Total Asal Disiplin Berobat

Penulis: Redaksi Friday, 22 August 2025 📖 2 menit
Edukasi Kesehatan: Mitos dan Fakta Penyakit TBC, Bisa Sembuh Total Asal Disiplin Berobat
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tuberkulosis ( TBC ) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan serius yang banyak ditemukan di tengah masyarakat. Sayangnya, pemahaman yang keliru seringkali membuat penyakit ini diselimuti stigma, dianggap sebagai aib menakutkan, kutukan, atau bahkan dikaitkan dengan hal-hal mistis. Baca Juga: Cegah Luka Tekan pada Pasien Stroke, RSUD SSMA Pontianak Ingatkan Pentingnya Alih Baring Menjawab keresahan tersebut, Perawat dari RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie ( SSMA ) Kota Pontianak, Jani Siswanto, memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan pengunjung rumah sakit pada Kamis (21/8/2025). Ia menegaskan bahwa TBC adalah murni penyakit medis yang dapat disembuhkan hingga tuntas. Meluruskan Stigma dan Mitos Jani menekankan pentingnya meluruskan pandangan salah di masyarakat. Menurutnya, stigma negatif justru menghambat penderita untuk mencari pengobatan dan berpotensi meningkatkan penularan. “TBC bukan kutukan atau aib yang harus ditutupi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun status sosial. Semakin cepat penderita berobat, semakin besar peluang untuk sembuh,” ujar Jani. Kenali Penyebab dan Gejalanya Penyakit TBC disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis . Bakteri ini umumnya menyerang organ paru-paru, tetapi juga bisa menginfeksi organ lain seperti tulang, kelenjar getah bening, hingga selaput otak. Baca Juga: Bijak Gunakan Antibiotik Saat Diare, RSUD SSMA Pontianak Beri Edukasi Penularannya terjadi melalui percikan dahak atau ludah (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Lingkungan yang padat penduduk dengan sirkulasi udara yang buruk menjadi lokasi rawan penyebaran. Adapun gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain: Batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu. Mengeluarkan keringat berlebih di malam hari meski tidak beraktivitas. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. Badan terasa lemas dan lesu. Nyeri dada dan sesak napas. Batuk yang disertai darah. “Sayangnya, gejala ini sering dianggap batuk biasa sehingga penderita baru diketahui setelah kondisi parah,” jelas Jani. Kunci Kesembuhan: Pengobatan Tuntas dan Dukungan Keluarga Jani menjelaskan bahwa pengobatan TBC membutuhkan kedisiplinan tinggi. Pasien harus mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara rutin selama 6–9 bulan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Baca Juga: RSUD SSMA Pontianak Tegaskan Prosedur Penanganan IGD Berdasarkan Aturan Kemenkes Jika pengobatan berhenti di tengah jalan, bakteri TBC bisa menjadi kebal (resisten) terhadap obat, sehingga proses penyembuhannya akan jauh lebih sulit dan lama. Selain itu, dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar memegang peranan krusial. “Dengan pemahaman yang benar, kita bisa bersama-sama memutus rantai penularan. Mari hilangkan stigma, dukung penderita untuk sembuh, dan wujudkan Pontianak bebas TBC,” pungkasnya. Ia juga berpesan agar masyarakat menjaga lingkungan rumah tetap sehat dengan memastikan sirkulasi udara lancar, cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumah, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan. (*Red/PKRS-humas/rsud.ssma)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK