Elektabilitas Capres di Jakarta Bersaing Ketat, Anies-Cak Imin Tak Lagi Mendominasi
Warga DKI Jakarta yang sangat heterogen menampilkan kecenderungan elektabilitas calon Presiden-calon Wakil Presiden yang sangat labil mendekati hari-hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Persaingan semakin ketat, dan yang mengejutkan pasangan Capres Anies-Cak Imin tak lagi mendominasi .
3 Lembaga Survei memantau elektabilitas suara di Jakarta dan se Indonesia. Dan ini hasilnya ;
Prabowo-Gibran hampir mendominasi seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa yang dihuni oleh 56,3 persen atau sekitar 115,3 juta dari 204,8 juta pemilih. Meski telah menguasai mayoritas Pulau Jawa, elektabilitas Prabowo belum mencapai angka 50 persen, sehingga peluang Pilpres dua putaran masih terbuka lebar.
Survei LSI
Menurut survei dari Lembaga Survei Indonesia, Prabowo-Gibran unggul dalam elektabilitas di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Namun, Prabowo-Gibran hanya kalah di DKI Jakarta dengan elektabilitas 35,7 persen, sedangkan Anies-Muhaimin memperoleh 36,3 persen, dan Ganjar-Mahfud 26,4 persen.
Survei Charta Politika
Hasil survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul di hampir seluruh wilayah.
Survei terbaru Charta Politika ini digelar oleh Charta Politika pada 4-11 Januari 2024 dengan 1.220 responden yang berusia di atas 17 tahun dan tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
“Pasangan Prabowo Gibran itu (unggul) hampir merata di seluruh zona wilayah,” kata Peneliti Utama Charta Politika, Nahrudin ketika memaparkan hasil survei dikutip dari kanal YouTube Charta Politika Indonesia, Senin (22/1).
Hasil survei mengungkap Prabowo dan Gibran ungguh di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.Namun, Prabowo-Gibran masih kalah di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Dearah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebab, wilayah Jateng dan DIY didominasi oleh pemilih capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. "Kekalahannya walaupun kekalahannya tidak dominan, ada di Jateng dan DIY. Itu kalah dengan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” ungkap dia.
Dalam survei ini, elektabilitas Prabowo dan Gibran menempati urutan tertinggi pertama dengan angka 42,2 persen.Di urutan kedua diduduki oleh Ganjar dan Mahfud dengan elektabilitas di angka 28 persen.
Kemudian, pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di angka 26,7 persen."Lalu ada TT/TJ (tidak tahu atau tidak jawab), orang yang belum menentukan pilihan, orang yang belum menjawab pilihan, itu di angka 3,1 persen," ujar Nahrudin.
Survei Charta Politika ini dilakukan dengan metode multistage random sampling.Survei dilakukan secara tatap muka dengan margin of error di angka 2,82 persen.
Rincian sebaran hasil survei Charta Politika soal elektabilitas capres cawapres berdasarkan katagori wilayah:
Sumatera
Anies-Muhaimin = 36 persen
Prabowo-Gibran = 41 persen
Ganjar-Mahfud = 22 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 1 persen
DKI Jakarta dan Banten
Anies-Muhaimin = 34 persen
Prabowo-Gibran = 36 persen
Ganjar-Mahfud = 25 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 5 persen
Jawa Barat
Anies-Muhaimin = 26 persen
Prabowo-Gibran = 47 persen
Ganjar-Mahfud = 20 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 7 persen
Jawa Tengah dan DIY
Anies-Muhaimin = 14 persen
Prabowo-Gibran = 35 persen
Ganjar-Mahfud = 47 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 3 persen
Jawa Timur
Anies-Muhaimin = 28 persen
Prabowo-Gibran = 40 persen
Ganjar-Mahfud = 32 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 0 persen
Bali, NTB, dan NTT
Anies-Muhaimin = 8 persen
Prabowo-Gibran = 52 persen
Ganjar-Mahfud = 37 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 3 persen
Kalimantan
Anies-Muhaimin = 26 persen
Prabowo-Gibran = 49 persen
Ganjar-Mahfud = 24 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 1 persen
Sulawesi
Anies-Muhaimin = 39 persen
Prabowo-Gibran = 42 persen
Ganjar-Mahfud = 13 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 6 persen
Maluku dan Papua
Anies-Muhaimin = 17 persen
Prabowo-Gibran = 50 persen
Ganjar-Mahfud = 28 persen
Tidak tahu/tidak jawab = 5 persen
Indikator Politik
SUMATERA
Anies-Cak Imin (29.6 persen)
Prabowo-Gibran (45.1 persen)
Ganjar-Mahfud (15.9 persen)
Tak menjawab (9.4 persen).
BANTEN
Anies-Cak Imin (34.9 persen)
Prabowo-Gibran (44.1 persen)
Ganjar-Mahfud (15.1 persen)
Tak menjawab (5.9 persen).
DKI
Anies-Cak Imin (33.3 persen)
Prabowo-Gibran (45.1 persen)
Ganjar-Mahfud (17.3 persen)
Tak menjawab (4.3 persen)
JABAR
Anies-Cak Imin (18.3 persen)
Prabowo-Gibran (58.5 persen)
Ganjar-Mahfud (15.4 persen)
Tak menjawab (7.9 persen).
JATENG DIY
Anies-Cak Imin (12.3 persen)
Prabowo-Gibran (36.6)
Ganjar-Mahfud (44.9 persen)
Tak menjawab (6.2 persen).
JATIM
Anies-Cak Imin (16.0 persen)
Prabowo-Gibran (47.1 persen)
Ganjar-Mahfud (29.5 persen)
Tak menjawab (7.4 persen).
BALI NUSA
Anies-Cak Imin (10.7 persen)
Prabowo-Gibran (48.9 persen)
Ganjar-Mahfud (30.0 persen)
Tak menjawab (10.5 persen).
KALIMANTAN
Anies-Cak Imin (21.3 persen)
Prabowo-Gibran (42.8 persen)
Ganjar-mahfud (32.1 persen)
Tak menjawab (3.8 persen).
SULAWESI
Anies-Cak Imi (27.9 persen)
Prabowo-Gibran (42.1 persen)
Ganjar-Mahfud (18.0 persen)
Tak menjawab (12.0 persen).
MALUKU PAPUA
Anies-Cak Imin (12.6 persen)
Prabowo-Gibran (58.3 persen)
Ganjar-Mahfud (21.9 persen)
Tak menjawab (7.2 persen). (rfk/ind)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.