faktakalbar

Elektabilitas Capres di Jakarta Bersaing Ketat, Anies-Cak Imin Tak Lagi Mendominasi

Penulis: Redaksi Friday, 02 February 2024 📖 4 menit
Elektabilitas Capres di Jakarta Bersaing Ketat, Anies-Cak Imin Tak Lagi Mendominasi
Warga DKI Jakarta yang sangat heterogen menampilkan kecenderungan elektabilitas calon Presiden-calon Wakil Presiden yang sangat labil mendekati hari-hari Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Persaingan semakin ketat, dan yang mengejutkan pasangan Capres Anies-Cak Imin tak lagi mendominasi . 3 Lembaga Survei memantau elektabilitas  suara di Jakarta dan se Indonesia. Dan ini hasilnya ; Prabowo-Gibran hampir mendominasi seluruh wilayah Indonesia, termasuk Pulau Jawa yang dihuni oleh 56,3 persen atau sekitar 115,3 juta dari 204,8 juta pemilih. Meski telah menguasai mayoritas Pulau Jawa, elektabilitas Prabowo belum mencapai angka 50 persen, sehingga peluang Pilpres dua putaran masih terbuka lebar. Survei LSI Menurut survei dari Lembaga Survei Indonesia, Prabowo-Gibran unggul dalam elektabilitas di beberapa wilayah di Pulau Jawa. Namun, Prabowo-Gibran hanya kalah di DKI Jakarta dengan elektabilitas 35,7 persen, sedangkan Anies-Muhaimin memperoleh 36,3 persen, dan Ganjar-Mahfud 26,4 persen. Survei Charta Politika Hasil survei Charta Politika menunjukkan elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul di hampir seluruh wilayah. Survei terbaru Charta Politika ini digelar oleh Charta Politika pada 4-11 Januari 2024 dengan 1.220 responden yang berusia di atas 17 tahun dan tersebar di seluruh provinsi Indonesia. “Pasangan Prabowo Gibran itu (unggul) hampir merata di seluruh zona wilayah,” kata Peneliti Utama Charta Politika, Nahrudin ketika memaparkan hasil survei dikutip dari kanal YouTube Charta Politika Indonesia, Senin (22/1). Hasil survei mengungkap Prabowo dan Gibran ungguh di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.Namun, Prabowo-Gibran masih kalah di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Dearah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebab, wilayah Jateng dan DIY didominasi oleh pemilih capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. "Kekalahannya walaupun kekalahannya tidak dominan, ada di Jateng dan DIY. Itu kalah dengan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD,” ungkap dia. Dalam survei ini, elektabilitas Prabowo dan Gibran menempati urutan tertinggi pertama dengan angka 42,2 persen.Di urutan kedua diduduki oleh Ganjar dan Mahfud dengan elektabilitas di angka 28 persen. Kemudian, pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di angka 26,7 persen."Lalu ada TT/TJ (tidak tahu atau tidak jawab), orang yang belum menentukan pilihan, orang yang belum menjawab pilihan, itu di angka 3,1 persen," ujar Nahrudin. Survei Charta Politika ini dilakukan dengan metode multistage random sampling.Survei dilakukan secara tatap muka dengan margin of error di angka 2,82 persen. Rincian sebaran hasil survei Charta Politika soal elektabilitas capres cawapres berdasarkan katagori wilayah: Sumatera Anies-Muhaimin = 36 persen Prabowo-Gibran = 41 persen Ganjar-Mahfud = 22 persen Tidak tahu/tidak jawab = 1 persen   DKI Jakarta dan Banten Anies-Muhaimin = 34 persen Prabowo-Gibran = 36 persen Ganjar-Mahfud = 25 persen Tidak tahu/tidak jawab = 5 persen   Jawa Barat Anies-Muhaimin = 26 persen Prabowo-Gibran = 47 persen Ganjar-Mahfud = 20 persen Tidak tahu/tidak jawab = 7 persen   Jawa Tengah dan DIY Anies-Muhaimin = 14 persen Prabowo-Gibran = 35 persen Ganjar-Mahfud = 47 persen Tidak tahu/tidak jawab = 3 persen   Jawa Timur Anies-Muhaimin = 28 persen Prabowo-Gibran = 40 persen Ganjar-Mahfud = 32 persen Tidak tahu/tidak jawab = 0 persen   Bali, NTB, dan NTT Anies-Muhaimin = 8 persen Prabowo-Gibran = 52 persen Ganjar-Mahfud = 37 persen Tidak tahu/tidak jawab = 3 persen   Kalimantan Anies-Muhaimin = 26 persen Prabowo-Gibran = 49 persen Ganjar-Mahfud = 24 persen Tidak tahu/tidak jawab = 1 persen   Sulawesi Anies-Muhaimin = 39 persen Prabowo-Gibran = 42 persen Ganjar-Mahfud = 13 persen Tidak tahu/tidak jawab = 6 persen   Maluku dan Papua Anies-Muhaimin = 17 persen Prabowo-Gibran = 50 persen Ganjar-Mahfud = 28 persen Tidak tahu/tidak jawab = 5 persen   Indikator Politik   SUMATERA Anies-Cak Imin (29.6 persen) Prabowo-Gibran (45.1 persen) Ganjar-Mahfud (15.9 persen) Tak menjawab (9.4 persen).   BANTEN Anies-Cak Imin (34.9 persen) Prabowo-Gibran (44.1 persen) Ganjar-Mahfud (15.1 persen) Tak menjawab (5.9 persen).   DKI Anies-Cak Imin (33.3 persen) Prabowo-Gibran (45.1 persen) Ganjar-Mahfud (17.3 persen) Tak menjawab (4.3 persen)   JABAR Anies-Cak Imin (18.3 persen) Prabowo-Gibran (58.5 persen) Ganjar-Mahfud (15.4 persen) Tak menjawab (7.9 persen).   JATENG DIY Anies-Cak Imin (12.3 persen) Prabowo-Gibran (36.6) Ganjar-Mahfud (44.9 persen) Tak menjawab (6.2 persen).   JATIM Anies-Cak Imin (16.0 persen) Prabowo-Gibran (47.1 persen) Ganjar-Mahfud (29.5 persen) Tak menjawab (7.4 persen).   BALI NUSA Anies-Cak Imin (10.7 persen) Prabowo-Gibran (48.9 persen) Ganjar-Mahfud (30.0 persen) Tak menjawab (10.5 persen).   KALIMANTAN Anies-Cak Imin (21.3 persen) Prabowo-Gibran (42.8 persen) Ganjar-mahfud (32.1 persen) Tak menjawab (3.8 persen).   SULAWESI Anies-Cak Imi (27.9 persen) Prabowo-Gibran (42.1 persen) Ganjar-Mahfud (18.0 persen) Tak menjawab (12.0 persen).   MALUKU PAPUA Anies-Cak Imin (12.6 persen) Prabowo-Gibran (58.3 persen) Ganjar-Mahfud (21.9 persen) Tak menjawab (7.2 persen). (rfk/ind)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK