faktakalbar

Enam Tokoh Agama di Pontianak Bersatu Suara, Sebut Ecobhinneka Muhammadiyah Penggerak Aksi Iklim dan Kerukunan

Penulis: Redaksi Sunday, 12 October 2025 📖 2 menit
Enam Tokoh Agama di Pontianak Bersatu Suara, Sebut Ecobhinneka Muhammadiyah Penggerak Aksi Iklim dan Kerukunan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Acara S.H.E ( Sustainability, Harmony, and Equality ) Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Ecobhinneka Muhammadiyah di Hotel Ibis Pontianak pada Sabtu, (11/10/2025) menuai apresiasi dari berbagai tokoh lintas agama di Kalimantan Barat. Mengusung tema “Dari Eco Teologi Menuju Keadilan Iklim”, agenda yang berlangsung hingga Minggu (12/10/2025) ini dinilai berhasil menjadi wadah pemersatu dalam isu pelestarian lingkungan. Syamsul Hidayat , tokoh agama Islam, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan Ecobhinneka selama hampir lima tahun bersama para tokoh lintas agama. "Sebenarnya kami rukun sudah sejak lama, berkumpul berteman bersama sudah sejak lama. Kami ketemu dengan Ecobhinneka Muhammadiyah, maka seluruh sumber daya demokrasi dan kreasi yang ada dari kami dan kawan-kawan selama ini keluar mengalir bersama Ecobhinneka Muhammadiyah," ujarnya. Baca Juga:  Krisis Kemanusiaan Nigeria: 52.250 Umat Kristen Dibunuh Sejak 2009 Ia menambahkan bahwa ini adalah bentuk persatuan untuk mendambakan kehidupan yang lestari. Senada dengan itu, Paulus Ajong dari Kristen menyatakan program ini menjawab dua tantangan besar. Pertama, tantangan ekologi, di mana manusia tidak bisa hidup tanpa lingkungan yang layak. Kedua, tantangan kebinekaan. "DNA dan konteks kita majemuk yang jatuhnya bukan menjadi ancaman, tetapi sumber energi kekuatan bagi manusia, bagi Kalimantan Barat, bahkan bagi dunia. Karenanya, melalui Ecobhinneka sudah menjawab dua tantangan besar," kata Paulus. Tokoh agama Khonghucu, Sutadi , juga berterima kasih karena Ecobhinneka telah mengajarkan untuk turut serta mengimplementasikan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait hubungan antar manusia dan dengan alam. "Di dalam kitab suci menjelaskan, yang berlainan jalan suci belum tentu tidak dapat bekerja sama dan bersamaan jalan suci belum tentu dapat bekerja sama. Itu artinya kita hidup di Indonesia sangat majemuk. Walaupun kita berbeda, perbedaan bukanlah suatu ancaman bagi kita," jelasnya. Apresiasi juga datang dari Rupinus Kehi , tokoh Katolik, yang menyebut kegiatan Ecobhinneka Muhammadiyah sungguh membawa rasa persatuan dalam keberagaman . "Kegiatan-kegiatan Ecobhinneka Muhammadiyah membangun jejaring kaum muda untuk menumbuhkan kesadaran penghargaan terhadap keberagaman agama serta budaya untuk menegaskan kebebasan beragama dan berkeyakinan," tuturnya. Para tokoh agama lainnya dari Buddha dan Hindu juga menyuarakan pandangan yang sama, menekankan bahwa ajaran agama mereka selaras dengan upaya menjaga keharmonisan dengan alam dan sesama manusia, seraya berterima kasih atas ruang kolaborasi yang diciptakan oleh Ecobhinneka Muhammadiyah. Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Pulau Galang untuk Tampung dan Obati 2.000 Warga Gaza (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK