faktakalbar

Fakta Dibalik Kontroversi Daun Kratom

Penulis: Redaksi Tuesday, 24 October 2023 📖 2 menit
Fakta Dibalik Kontroversi Daun Kratom
*Dari Herbal untuk Pengobatan hingga Efek Kecanduan Kratom atau Mitragyna speciosa adalah tanaman asli Asia Tenggara, banyak ditemukan di Kalimantan Barat.Provinsi ini banyak mengekspor herba yang hingga kini masih terjadi kontroversi. Fakta dan data menyebutkan daun kratom menjadi komodoti ekspor yang menjanjikan, namun saat ini juga ada wacana memasukkannya ke dalam golongan narkotika. Adanya ekspor daun kratom dari Indonesia dibenarkan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi. Saat ini ekspor kratom tidak wajib disertai Surat Perizinan Ekspor (SPI). "Kan ekspor kratom boleh ekspor dari dulu, cuman memang ada wacana akan diatur dari kementerian teknis kan. Kami nunggu aja," katanya, Minggu (20/10), seperti dilansir faktakalbar.id dari detikhealth. Apakah kratom itu narkoba ?,dikutip dari WebMD, tanaman kratom menghasilkan daun yang mengandung senyawa bernama mitragynine, senyawa yang memiliki efek serupa dengan opioid seperti morfin. Artinya, tanaman ini punya sifat psikoaktif. Dikutip dari laman Badan Narkotika Nasional (BNN), United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) mengklasifikasikan kratom sebagai NPS atau New Psychoactive Substance sejak 2013. BNN sendiri merekomendasikan kratom untuk masuk ke dalam narkotika golongan 1. Apa efek makan kratom untuk kesehatan? Daun kratom mengandung beberapa jenis senyawa alkaloid yang dapat digunakan untuk tujuan pengobatan, seperti 7-hydroxymitragynine, speciogynine, dan paynantheine. Senyawa 7-hydroxymitragynine dan speciogynine memiliki efek sebagai obat analgesik atau pereda rasa sakit. Di sisi lain, paynantheine bisa menciptakan efek menghilangkan rasa nyeri. Dikutip dari Webmd, tanaman kratom juga sudah lama digunakan masyarakat Asia Tenggara sebagai obat rumahan untuk mengatasi berbagai keluhan, seperti kelelahan,nyeri,diare,kram otot. Apakah kratom bahaya dan memabukkan? Meski bermanfaat, daun kratom juga bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari laman BNN, efek samping kratom antara lain, Infeksi Salmonella. Pada 2018, Center for Diseases Control and Prevention (CDC) AS melaporkan 28 kasus infeksi salmonella yang terkait dengan penggunaan daun kratom. Salmonella adalah bakteri yang menular lewat makanan atau minuman dan dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. Di tahun yang sama, Food and Administration (FDA) AS melaporkan 35 kasus kematian terkait konsumsi daun kratom yang terpapar salmonella. Korban mengonsumsi kratom dalam bentuk bubuk, teh, atau pil. Efek Kecanduan, Kandungan mitragynine yang ada dalam kratom dapat memberikan efek kecanduan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran kalau kratom disalahgunakan menjadi narkoba. Dalam jangka panjang bisa memicu gejala putus obat (withdrawal symptom) saat pemakaian kratom dihentikan, seperti:Agitasi,Agresi,Mual dan muntah,Menggigil,Diare,Nyeri otot atau sendi,Hipotermia,Gampang berkeringat,Gemetar,Depresi. (rfk/ind)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK