Fakta Mengejutkan: Segini Pasokan Air yang Dihabiskan Saat Kita Memakai Kecerdasan Buatan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Pernahkah Anda membayangkan bahwa setiap kali Anda meminta bantuan
chatbot
pintar, Anda secara tidak langsung ikut mengonsumsi berbotol-botol air bersih? Di era digital saat ini, kecerdasan buatan atau
Artificial Intelligence
(AI)
telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup
modern
.
Namun, di balik kecanggihannya dalam menjawab pertanyaan hingga membuat karya seni, ada "dahaga" luar biasa yang harus dipenuhi oleh teknologi ini.
Setiap kali kita mengetik perintah atau
prompt
di layar gawai, ada proses komputasi masif yang terjadi di balik layar. Proses ini tidak berlangsung di udara kosong, melainkan di dalam
data center
atau pusat data berskala raksasa.
Komputer-komputer canggih dan
server
yang bekerja tanpa henti ini menghasilkan panas yang sangat ekstrem. Untuk mencegah terjadinya kerusakan atau
overheating
, fasilitas ini sangat bergantung pada
cooling system
berbasis air.
Baca Juga:
Daftar 10 Teknologi yang Mengubah Dunia: Dari Internet hingga Kecerdasan Buatan (AI)
Lantas, berapa banyak air yang sebenarnya dihabiskan?
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti menemukan fakta yang cukup mencengangkan.
Untuk sekadar melatih model AI generasi awal saja, perusahaan teknologi raksasa bisa menghabiskan jutaan liter air tawar yang bersih.
Sementara itu, untuk penggunaan sehari-hari, berinteraksi dengan AI (sekitar 10 hingga 50
prompt
pertanyaan) diperkirakan "meminum" sekitar 500 mililiter air.
Jumlah ini setara dengan satu botol air mineral ukuran sedang.
Mungkin satu botol air terdengar sepele.
Namun, coba bayangkan jika ada ratusan juta pengguna di seluruh dunia yang mengakses layanan ini setiap harinya untuk menunjang pekerjaan, pendidikan, hingga hiburan. Jutaan liter air bersih terus mengalir hanya untuk menjaga agar
server
tetap dingin.
Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran baru di tengah isu perubahan iklim dan krisis pasokan air bersih di berbagai belahan dunia.
Gaya hidup yang serba praktis dengan bantuan AI memang tidak bisa dihindari, tetapi menyadari jejak ekologis dari teknologi ini adalah langkah awal yang bijak.
Perusahaan-perusahaan teknologi kini sedang dituntut untuk berinovasi menciptakan sistem pendingin yang lebih ramah lingkungan dan efisien.
Di sisi lain, sebagai pengguna, menyadari bahwa setiap klik memiliki dampak di dunia nyata dapat membuat kita lebih bijak dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi.
Baca Juga:
Sidang Kasus Suap: Hasto Kristiyanto Siapkan Pleidoi Dengan Bantuan AI
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.