faktakalbar

BREAKING NEWS: Polres Sambas dan Polda Kalbar Gerebek PETI di Kolam Biru Selakau, Pelaku Melakukan Perlawanan

Penulis: Redaksi Wednesday, 09 July 2025 📖 1 menit
BREAKING NEWS: Polres Sambas dan Polda Kalbar Gerebek PETI di Kolam Biru Selakau, Pelaku Melakukan Perlawanan
Faktakalbar.id, SAMBAS – Aparat kepolisian dari Polres Sambas dan Polda Kalimantan Barat mengamankan sejumlah pekerja Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan wisata Kolam Biru, Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, pada Selasa (8/7) sore menjelang magrib. Operasi penertiban ini berlangsung ricuh setelah para pelaku melakukan perlawanan saat hendak dibawa ke Mapolres Sambas. Menurut AN , seorang warga setempat yang menyaksikan kejadian, para penambang ilegal sempat melakukan perlawanan saat petugas mencoba membubarkan aktivitas mereka. "Aparat datang langsung mengamankan pekerja PETI, tapi mereka melawan. Akhirnya dibawa ke Kantor Desa Selakau Tua," kata AN kepada Faktakalbar.id Baca Juga:  Polres Sekadau Tindak Tambang Emas Ilegal, Tiga LP Diselidiki Kericuhan terjadi sebelum situasi akhirnya terkendali. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah seluruh pekerja dan barang bukti berhasil diamankan ke Mapolres Sambas untuk proses hukum lebih lanjut. Tim Faktakalbar.id kembali mencoba mengonfirmasi Herlambang, Kepala Desa Selakau Tua, mengenai penertiban PETI ini. Namun, seperti sebelumnya, ia tidak menanggapi pesan WhatsApp yang telah terkirim (centang dua). Aksi penolakan pekerja PETI mengindikasikan bahwa aktivitas ilegal ini diduga sudah berjalan lama dengan pola yang terstruktur. Baca Juga:   Polres Sanggau Bongkar Aktivitas PETI di Sungai Kapuas, 4 Orang Diamankan Polisi kini menyelidiki kemungkinan adanya aktor intelektual di balik operasi tambang liar tersebut. Warga berharap operasi ini tidak berhenti sekadar penangkapan pekerja lapangan, tetapi juga dapat mengungkap pemodal dan pengendali PETI yang selama ini merusak lingkungan Kolam Biru. (DHN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK