Fakultas Kehutanan Untan Gelar International Summer Course, Cetak Pelindung Mangrove dan Resmikan Nursery Hasil Kolaborasi Industri
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (
Untan
) mengukuhkan posisinya di kancah global dengan menyelenggarakan
"1st International Summer Course"
yang berfokus pada peran vital ekosistem mangrove dan gambut.
Acara bergengsi ini tidak hanya menjadi wadah kolaborasi akademik internasional, tetapi juga momentum peresmian
nursery
(persemaian) fakultas hasil kerja sama dengan pihak industri.
Kegiatan yang berlangsung dari 21 hingga 31 Juli 2025 ini mengusung tema
“Coastal Resilience and Carbon Sequestration: Exploring the Role of Mangroves and Peatlands Forest Contribution to Climate Mitigation”
.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untan, Prof. Rustamaji, yang mewakili Rektor Untan.
Dalam sambutannya, Prof. Rustamaji menekankan bahwa solusi terhadap tantangan lingkungan akan menjadi lebih kuat jika dibangun secara kolektif.
"Program ini dirancang untuk menumbuhkan kerja sama internasional, memicu inovasi, dan menumbuhkan kepemimpinan di antara generasi penerus penjaga lingkungan,"
ujarnya dalam sambutan.
Baca Juga:
Fakultas Kehutanan Untan Gandeng Swasta, Perkuat Konservasi dan Pemberdayaan SDM Lokal bersama PT Mayawana Persada
Kolaborasi Global dan Peresmian Nursery
Acara ini menjadi bukti nyata kolaborasi solid Fakultas Kehutanan Untan dengan sembilan universitas terkemuka dari Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Thailand, dan Belanda.
Kehadiran peserta dari berbagai negara seperti Belanda, Prancis, dan Malaysia, serta mahasiswa dari ITB dan Untan sendiri, menciptakan atmosfer kelas global yang dinamis.
Sebuah momen penting dalam pembukaan acara adalah pengumuman dari Dekan Fakultas Kehutanan, Dr. Farah Diba, mengenai peresmian nursery fakultas yang telah direnovasi melalui kerja sama dengan
PT Mayawana Persada
.
"Saya ingin melaporkan bahwa Fakultas Kehutanan telah mengembangkan kolaborasi dengan PT Mayawana Persada... perusahaan ini telah merenovasi nursery kami untuk mendukung pendidikan dan penelitian,"
ungkap Dr. Farah Diba, seraya mengundang perwakilan Rektor dan Staf Ahli Menteri Kehutanan untuk meresmikannya.
Jembatani Teori dan Praktik Lapangan
Selama sepuluh hari, para peserta akan dibekali materi oleh 17 pakar dari berbagai institusi, termasuk dari Kementerian LHK, universitas dalam dan luar negeri, serta praktisi industri. Menurut Dr. Farah Diba, kursus ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif dari aspek ekologi, sosial-ekonomi, hingga kebijakan.
"Mangrove dan gambut merupakan ekosistem vital yang mampu menyerap karbon secara signifikan dan melindungi wilayah pesisir dari ancaman bencana,"
jelasnya.
Selain sesi teori, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik lapangan selama tiga hari di konsesi PT Kandelia Alam, Kabupaten Kubu Raya. Di sana, mereka akan melakukan inventarisasi flora dan fauna serta mengeksplorasi hasil hutan non-kayu.
Baca Juga:
Kementerian Kehutanan Gelar Apel Siaga Pengendalian Karhutla di Kantor Gubernur Kalbar
Kegiatan juga diperkaya dengan agenda budaya, seperti kunjungan ke Tugu Khatulistiwa dan kuliner lokal, sebelum ditutup dengan jamuan makan malam bersama Wali Kota Pontianak.
Melalui program ini, Fakultas Kehutanan Untan berharap dapat mencetak generasi muda yang peduli dan aktif berkontribusi dalam konservasi ekosistem mangrove dan gambut sebagai garda terdepan dalam menghadapi perubahan iklim.
(*Red)
Tag:
#Fakta Kalbar
#Universitas Tanjungpura
#lahan gambut
#Fakultas Kehutanan Untan
#International Summer Course
#Konservasi Mangrove
#Mitigasi Iklim
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.