faktakalbar

Fenomena Anak Kecanduan HP, Bahasan: Waktunya Kembali ke Nilai-Nilai Agama

Penulis: Redaksi Wednesday, 21 May 2025 📖 1 menit
Fenomena Anak Kecanduan HP, Bahasan: Waktunya Kembali ke Nilai-Nilai Agama
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perubahan perilaku anak-anak dan remaja yang semakin terpengaruh oleh digitalisasi. Menurutnya, banyak anak kini lebih fokus pada ponsel, bermain game, dan mengabaikan waktu bersama keluarga, termasuk kegiatan keagamaan. “Yang lebih memprihatinkan, jika kita lebih sibuk dengan HP daripada membaca dan belajar Al Quran,” ujarnya saat meresmikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-33 tingkat Kecamatan Pontianak Utara di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Selasa (20/5/2025). Baca Juga: MTQ ke-33 Pontianak Kota Diresmikan Bahasan, Dorong Generasi Berilmu dan Berakhlak Bahasan menekankan pentingnya kegiatan MTQ tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan kembali semangat membaca dan memahami Al Quran di tengah masyarakat. Ia berharap kegiatan ini melahirkan qari-qariah terbaik dan memperkuat nilai-nilai keislaman di Kota Pontianak. “Semoga curahan rahmat Allah turun kepada kita semua, dunia dan akhirat,” tambahnya. Pemerintah Kota Pontianak, kata Bahasan, juga terus berupaya memperkuat karakter generasi muda melalui berbagai program keagamaan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah peningkatan bantuan untuk rumah ibadah dan guru ngaji. “Al Quran adalah sumber akhlak. Maka orang-orang yang sering membaca dan berinteraksi dengan Al Quran akan lebih mudah berakhlak mulia,” tuturnya. Melalui program 100 hari kerja tahun 2025, Pemkot Pontianak telah menambah anggaran sebesar Rp3,6 miliar. Dana ini ditujukan untuk mendukung 2.000 guru ngaji dan petugas fardhu kifayah di kota tersebut. “Ini bentuk nyata perhatian kami terhadap pembinaan keagamaan di Kota Pontianak,” jelas Bahasan. Tak hanya fokus pada aspek spiritual, Pemerintah Kota Pontianak juga berkomitmen menjaga lingkungan dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong. “Kami sudah mengaktifkan kembali gerakan bersih-bersih lingkungan. Kami berharap camat, lurah, RT dan RW mengajak warganya bergotong royong secara rutin,” imbuhnya. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah saluran air tersumbat dan mengurangi risiko banjir. (ra/prokopim) Baca Juga: MTQ ke-33 Pontianak Barat Resmi Ditutup, Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Membumikan Al Quran

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK