Festival Budaya Khatulistiwa Didorong Jadi Penggerak Wisata Sejarah Pontianak
Penyelenggaraan Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu di Taman Alun Kapuas menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kota Pontianak.
Penyelenggaraan Festival Budaya Khatulistiwa Kawasan Tanah Seribu di Taman Alun Kapuas menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya di Kota Pontianak.
Ajang kebudayaan yang berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026 tersebut mempertemukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas lokal, dan pelaku usaha.
Integrasi nilai sejarah masa Kesultanan Pontianak serta kawasan tepian Sungai Kapuas dinilai memiliki potensi besar untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan penataan kawasan bersejarah seperti Kampung Beting dan Pasar Tengah diusung secara modern tanpa mengikis nilai-nilai lokal.
"Saya yakin kegiatan seperti ini dapat menjadi destinasi wisata berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap sejarah dan cagar budaya Kota Pontianak," kata Edi Rusdi Kamtono.
Upaya menghidupkan kembali narasi sejarah tempo dulu diharapkan memicu lahirnya ruang-ruang kreatif baru bagi kalangan masyarakat setempat.
Pelibatan aktif berbagai komunitas kebudayaan terus didorong guna menjaga keberlanjutan tradisi dan pelestarian nilai sejarah daerah.
Pemerintah kota optimistis penguatan sektor pariwisata berbasis sejarah dapat menggerakkan roda perekonomian warga di sekitar Alun Kapuas.
Sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci utama dalam mempromosikan identitas kebudayaan Pontianak ke tingkat nasional.
Kegiatan festival tahunan ini ditargetkan masuk dalam kalender agenda pariwisata unggulan Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.