Festival Faradje’ Sanggau Satukan Raja-Sultan Nusantara dan Budaya Melayu
Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Keraton Surya Negara Sanggau menjadi ruang pertemuan para Raja dan Sultan Nusantara serta tamu dari luar negeri untuk memperkuat hubungan budaya dan pelestarian tradisi.
Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Keraton Surya Negara Sanggau menjadi ruang pertemuan para Raja dan Sultan Nusantara serta tamu dari luar negeri untuk memperkuat hubungan budaya dan pelestarian tradisi.
Festival yang mengusung tema “Melayu Bersatu Sanggau Maju” tersebut resmi dibuka di Keraton Surya Negara Sanggau, Rabu (7/10/2026).
Sejumlah Raja dan Sultan dari berbagai wilayah Nusantara hadir dalam rangkaian pembukaan festival yang menjadi agenda budaya rutin tahunan di Kabupaten Sanggau.
Para tamu undangan VVIP dan Raja-Sultan Nusantara sebelumnya melakukan perarakan dari Hotel Grand Narita Sanggau menuju Keraton Surya Negara sekitar pukul 08.00 WIB.
Prosesi penyambutan di Keraton Surya Negara diisi dengan Tepung Tawar, Palang Pintu, Tarian Penyambutan, penyerahan Keris Pusaka Kalimasani, serta Tarian Persembahan Tapak Sirih.
Kehadiran para Raja dan Sultan tersebut menjadi bagian dari rangkaian budaya yang mempertemukan berbagai unsur kerajaan dan kesultanan dalam satu kegiatan di Sanggau.
Sejumlah tamu yang hadir antara lain Karaeng Turikale VIII Maros, Sultan Mudarasulail Alastam Kiram, serta perwakilan Kesultanan Sambas, Mempawah, Pontianak, Kubu, Landak, Matan, Simpang-Matan, Tayan, Sekadau, Sintang, hingga Palembang Darussalam.
Dua tamu dari Negara Brunei Darussalam juga hadir dalam pembukaan festival, yakni Pengiran H. Mohammad Shahrin Ragum bin Pengiran H. Mohammad Samli dan Mohamed Ansari bin Mohamed Ismail.
Kehadiran tamu dari berbagai daerah dan negara tersebut memperkuat hubungan budaya yang menjadi bagian dari pelaksanaan Festival Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau.
Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau juga menganugerahkan sejumlah gelar kehormatan Kerabat Kerajaan Negeri Sanggau kepada tokoh yang dinilai memiliki kontribusi.
Salah satu penerima gelar tersebut adalah Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat Totok Lisdiarto yang dianugerahi gelar Putera Paduka Wira Madanasha.
Pertemuan para Raja dan Sultan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan tradisi dan budaya Sanggau kepada tamu dari berbagai wilayah.
Rangkaian festival turut menampilkan berbagai kesenian dan tradisi lokal, mulai dari Pawai Faradje’, Hadrah, Dendang Melayu, Tari Jepin Kreasi, hingga berbagai permainan tradisional.
Kegiatan tradisional yang disiapkan dalam festival antara lain Selumak Panahan Tradisional, Pangkak Gasing, Bersyair, Selumak Perawu, Rompah Tradisional, dan Penteng Gamus.
Pawai Laskar Faradje’ menjadi salah satu rangkaian awal festival dengan titik keberangkatan dari Keraton Surya Negara sekitar pukul 07.00 WIB.
Rombongan pawai melewati sejumlah ruas jalan di pusat Kota Sanggau sebelum kembali menuju Keraton Surya Negara.
Di lingkungan keraton, pawai dilanjutkan dengan hiburan dendang Melayu serta prosesi adat Tolak Ajong dan Tabur Bunga Setaman di Sungai Kapuas Sanggau.
Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 berlangsung selama empat hari hingga 10 Oktober 2026.
Selain menghadirkan kegiatan adat dan kesenian, festival juga menjadi ruang interaksi masyarakat melalui berbagai perlombaan, kegiatan UMKM, serta hiburan rakyat.
Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau menyampaikan bahwa Festival Faradje’ merupakan momentum untuk menjaga dan menghidupkan budaya Melayu.
Tema “Melayu Bersatu Sanggau Maju” diharapkan menjadi semangat bagi masyarakat adat Melayu untuk menjaga budaya sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan Istana Surya Negara Sanggau dan telah menjadi agenda rutin tahunan.
Melalui pertemuan Raja dan Sultan Nusantara serta tamu dari luar negeri, festival tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan budaya sekaligus memperkenalkan tradisi Melayu Sanggau kepada masyarakat yang lebih luas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.