faktakalbar

Festival Meriam Karbit Pontianak: Tradisi Pengusir Kuntilanak!

Penulis: Redaksi Wednesday, 26 March 2025 📖 2 menit
Festival Meriam Karbit Pontianak: Tradisi Pengusir Kuntilanak!
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Pontianak punya Festival Meriam Karbit yang unik dan tak bisa ditemukan di tempat lain. Festival ini begitu meriah dan konon memiliki sejarah yang berkaitan dengan pengusiran makhluk halus, terutama kuntilanak . Sejarah Festival Meriam Karbit Festival Meriam Karbit merupakan event budaya tahunan yang digelar di Pontianak, Kalimantan Barat. Masyarakat berkumpul di kedua sisi Sungai Kapuas, terutama di sekitar Jembatan Kapuas, untuk menyaksikan dan menyalakan meriam karbit berukuran besar. Diameternya bisa mencapai 50 cm, dengan suara ledakan yang menggema hingga radius 5 km. Terdapat dua versi sejarah mengenai asal-usul festival ini. Versi pertama menyebutkan bahwa meriam ditembakkan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Pontianak, untuk menentukan lokasi pembangunan kota. Versi kedua mengisahkan bahwa saat Sultan Syarif membuka lahan di Pontianak, ia dan pasukannya diganggu oleh kuntilanak. Untuk mengusir makhluk halus tersebut, mereka menyalakan meriam karbit. Tradisi ini pun terus dilestarikan hingga kini. Di masa lalu, sebelum masjid-masjid di Pontianak memiliki pengeras suara, meriam karbit juga digunakan sebagai penanda waktu azan Magrib. Kini, festival ini digelar setiap malam menjelang Idulfitri selama tiga hari, dari sehari sebelum hingga sehari setelah Lebaran. Festival Meriam Karbit juga kerap diadakan untuk menyambut hari jadi Kota Pontianak. Baca Juga: Ini Tanggal Lebaran Idulfitri 2025 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Persiapan Festival Meriam Karbit Festival ini melibatkan puluhan kelompok warga yang masing-masing menyiapkan 5 hingga belasan meriam karbit. Biaya pembuatan meriam berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per unit. Meriam dibuat dari batang kayu besar yang dibelah, bagian tengahnya dikosongkan, lalu kedua belahan kayu diikat kuat dengan rotan agar menyerupai meriam asli dari besi atau baja. Meriam-meriam ini dihias dengan berbagai warna dan motif agar terlihat lebih menarik. Selain sebagai tradisi, festival ini juga menjadi ajang perlombaan, sehingga setiap kelompok berusaha memberikan tampilan terbaik mereka. Antusiasme Warga dan Wisatawan Saat meriam ditembakkan, suasana langsung berubah menjadi meriah. Suara dentuman yang menggema, gemerlap cahaya, serta sorak-sorai masyarakat menciptakan atmosfer yang spektakuler. Festival ini tidak hanya menarik perhatian warga lokal, tetapi juga wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan langsung keunikan budaya Pontianak. Dengan tradisi yang terus dijaga dan dilestarikan, Festival Meriam Karbit menjadi salah satu daya tarik utama Pontianak. Jika ingin merasakan sensasi ledakan meriam karbit yang menggelegar, pastikan untuk mengunjungi Pontianak saat menjelang Idulfitri! Baca Juga: Earth Hour Saka Kalpataru Pontianak 2025

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK