Festival Sahur-Sahur XXIII Mempawah Jadi Simbol Harmoni Budaya
Faktakalbar.id, MEMPAWAH -
Perhelatan budaya tahunan Festival Sahur-Sahur XXIII resmi dibuka di Kabupaten
Mempawah
, pada Sabtu (28/2/2026) pukul 21.00 WIB.
Acara yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh ini diikuti oleh perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat sebagai wujud pelestarian tradisi Ramadan sekaligus ruang ekspresi seni masyarakat daerah.
Baca Juga:
Buka Festival Cap Go Meh Pontianak, Edi Angkat Simbol Toleransi di Tengah Ramadan
Pembukaan hajatan budaya ini berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Acara tersebut dihadiri oleh Reza Pahlevi yang mewakili Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan beserta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi, serta Bupati Mempawah Erlina selaku tuan rumah penyelenggara.
Dalam sambutan resminya, Bupati Mempawah Erlina menekankan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan sportivitas peserta antarkabupaten/kota selama penyelenggaraan Festival Sahur-Sahur XXIII berlangsung. Selain menjadi ajang kompetisi seni menabuh alat sahur, festival ini juga disiapkan sebagai wadah penggerak ekonomi kerakyatan.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas selama pelaksanaan festival. Sangat penting bagi kita untuk mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah arus modernisasi, sekaligus melestarikan tradisi dan kearifan lokal sebagai identitas daerah," ujar Erlina.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti makna strategis dari pelaksanaan festival ini. Menurutnya, acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan ruang ekspresi dan kreativitas yang selalu dinantikan oleh masyarakat luas setiap tahunnya.
"Pelaksanaan festival yang bertepatan dengan perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan menjadi simbol kolaborasi dan harmoni antar masyarakat dalam membangun daerah serta memperkuat persatuan di Kalimantan Barat," tutur Ria Norsan.
Gubernur juga menambahkan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan tertib serta memberikan dampak yang nyata bagi pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM lokal di Mempawah dan sekitarnya.
Baca Juga:
Festival Mancing di Kantor Bupati Kubu Raya: Peserta Dibatasi 7 Ekor Ikan Nila
Dukungan senada juga datang dari unsur kementerian. Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Muhajirin Yanis memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya perhelatan ini. Baginya, kegiatan tersebut memiliki dimensi sosial yang kuat.
"Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam menyemarakkan bulan suci Ramadan serta menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat," ungkap Muhajirin Yanis memungkasi.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.