Gandeng Jurnalis dan Infuencer, PLN Sosialisasikan Bahaya Layangan
PONTIANAK
- Perusahaan Listrik Negara (PLN) UIP3B Kalimantan berkolaborasi dengan jurnalis dan influencer Kalimantan Barat untuk mensosialisasikan bahaya layang-layang terhadap pasokan listrik di Kalimantan Barat.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Abdul Salam Nganro menyampaikan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik di Kalimantan Barat mencapai 9% di tahun 2024. Lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan listrik yang signifikan ini merupakan bukti juga bahwa pertumbuhan bisnis ekonomi di Kalimantan Barat juga ikut bertumbuh. Ini tentu merupakan pertanda positif bagi kita semua,” tuturnya, Kamis (14/11/2024).
Lebih lanjut dirinya menyampaikan dengan bergantungnya para pelanggan terhadap ketersediaan listrik, kestabilan listrik juga turut dibutuhkan. Kendala saat ini yang dihadapi saat ini adalah layang-layang yang sering mengganggu kestabilan ketersediaan listrik.
“Melalui data 3 tahun terakhir dari 2022 hingga 2024, layang-layang selalu menjadi peringkat teratas gangguan yang terus kami hadapi. Kami harapkan, dengan adanya kolaborasi ini, bisa meningkatkan kesadaran masyarakat seberapa bahayanya bermain layangan dekat dengan SUTT,” ungkapnya.
Ia pun mengingatkan benang kawat yang biasa digunakan masyarakat dalam bermain layangan jadi faktor utama kestabilan ketersediaan listrik di Kalimantan Barat sering terganggu.
“Terkhususnya kawat yang digunakan masyarakat, ini yang biasa mengganggu kestabilan ketersediaan listrik selama ini di Kalimantan Barat,” ucapnya.
(mro)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.