Gandeng Swasta dan Kementerian, BNPB Pastikan Ribuan Huntara di Aceh Tamiang Berada di Zona Aman
Faktakalbar.id, ACEH TAMIANG –
Penanganan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang dilakukan secara masif melalui kolaborasi lintas sektor.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) mencatat total 2.299 unit hunian sementara (huntara) akan dibangun untuk masyarakat terdampak bencana.
Baca Juga:
Update Penanganan Bencana Sumatra: Progres Huntara, Jembatan Darurat, hingga Operasi Cuaca
Ribuan unit tersebut merupakan hasil sinergi antara BNPB, kementerian teknis, dan pihak swasta.
Plh Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, merinci skema pembangunan tersebut.
BNPB sendiri bertanggung jawab atas pembangunan 1.505 unit huntara. Jumlah ini terdiri dari 323 unit huntara insitu (dibangun dekat lokasi asal) yang tersebar di enam kecamatan, dan 1.182 unit huntara terpusat di tujuh kecamatan, termasuk Tamiang Hulu yang mencapai 481 unit.
“Pembangunan huntara dilakukan melalui dua skema, yakni pembangunan langsung oleh BNPB serta kolaborasi kementerian/lembaga dan swasta,” jelas Djohan.
Dukungan Pihak Ketiga
Selain dana siap pakai BNPB, kontribusi signifikan datang dari mitra kementerian dan swasta dengan total rencana 794 unit.
Beberapa kontributor utama antara lain Danantara yang menyiapkan lahan untuk 600 unit di Desa Simpang IV, Kementerian Pekerjaan Umum sebanyak 84 unit di Desa Bundar, serta dukungan dari Dompet Dhuafa dan Kementerian Koordinator Infrastruktur.
Baca Juga:
Kejar Target, Pembangunan Huntara di Aceh Timur Rampung Dalam Sepekan
Djohan menekankan bahwa penentuan lokasi pembangunan tidak dilakukan sembarangan.
Pihaknya berkoordinasi ketat dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk menjamin keamanan jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.
“Penentuan lokasi huntara dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) guna memastikan lokasi pembangunan dalam radius yang aman dari potensi ancaman bencana,” ungkapnya.
Verifikasi Data Penerima
Agar bantuan tepat sasaran, BNPB juga melakukan verifikasi ulang data penerima manfaat bersama perangkat desa dan camat setempat.
Hal ini penting agar huntara benar-benar ditempati oleh mereka yang membutuhkan sesuai kondisi riil di lapangan.
“Kami berharap melalui sinergi semua pihak, masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian sementara yang layak, aman, dan nyaman sembari menunggu pembangunan hunian tetap,” tutup Djohan.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.