faktakalbar

Gara-gara Petasan, Pria di Maros Babak Belur Diduga Dikeroyok Oknum Polisi

Penulis: Redaksi Saturday, 03 January 2026 📖 2 menit
Gara-gara Petasan, Pria di Maros Babak Belur Diduga Dikeroyok Oknum Polisi
Faktakalbar.id, MAROS – Kepolisian Resor ( Polres ) Maros, Sulawesi Selatan, bergerak cepat menyelidiki laporan dugaan penganiayaan yang menimpa seorang pria berinisial A (25). Korban dilaporkan mengalami luka-luka usai dikeroyok di kawasan kuliner Pantai Tak Berombak (PTB). Dugaan sementara menyebutkan adanya keterlibatan oknum polisi dalam insiden yang terjadi saat perayaan malam tahun baru tersebut. Baca Juga: Polda Kalbar Tegaskan Larangan Pesta Kembang Api pada Malam Tahun Baru 2026 Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban. Saat ini, kepolisian tengah fokus mengidentifikasi para pelaku. "Kami sementara menyelidiki pelakunya itu siapa. Kalau memang ada anggota kami terlibat akan kami proses itu, tetapi belum ditahu siapa pelakunya," ujar AKBP Douglas Mahendrajaya, Jumat (2/1/2026). Turunkan Propam dan Reskrim Untuk mengusut tuntas kasus ini, Polres Maros telah menerjunkan dua tim satuan, yakni Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Reserse Kriminal (Reskrim). Tim gabungan ini bertugas memastikan apakah pelaku benar-benar anggota Polri atau warga sipil yang mengaku-ngaku sebagai aparat. "Propam sama Reskrim yang turun (selidiki). Itu masih kami dalami (soal mengaku anggota polisi)," sebut Douglas. Penyidik Satreskrim Polres Maros juga telah memanggil sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian saat penganiayaan berlangsung untuk dimintai keterangan, termasuk memeriksa korban secara langsung. "Korban sudah membuat laporan polisi, sudah diambil keterangan dan beberapa saksi juga sudah kami ambil keterangan," bebernya. Kronologi Kejadian Insiden bermula ketika korban A, warga Dusun Balangkasa, Desa Majannang, hendak merayakan pergantian tahun di kawasan PTB Maros pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 23.46 Wita. Sambil menunggu kerabatnya, korban menyalakan petasan. Baca Juga: Bentuk Empati Kepada Korban Bencana, Wali Kota Pontianak Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026 Tindakan tersebut diduga memicu kemarahan seseorang yang melintas. Saksi mata sekaligus keponakan korban, Rahmat (21), mengungkapkan bahwa pamannya dikeroyok oleh sejumlah orang, di mana sebagian di antaranya mengenakan seragam. "Dia kasih meletus petasan, yang kecilji. Ada polisi muda lewat sama pacarnya, berteriak siapa yang kasi meletus petasan jadi dijawab omku bilang saya," kata Rahmat. Setelah pengakuan tersebut, korban langsung mengalami tindakan kekerasan. Rahmat menyebut pamannya dipukuli secara membabi buta oleh sekelompok orang yang diduga oknum polisi tersebut. "Omku diborongi (dikeroyok), dipukuli, ada yang pakai sepatu, ada yang berseragam, ada tidak," tambah Rahmat. Hingga kini, proses hukum masih berjalan untuk mengungkap fakta di balik insiden kekerasan di malam tahun baru tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK