faktakalbar

Gara-gara Rp75 Ribu Hilang, Guru SDN 02 Jelbuk Jember Telanjangi 22 Siswa

Penulis: Redaksi Friday, 13 February 2026 📖 2 menit
Gara-gara Rp75 Ribu Hilang, Guru SDN 02 Jelbuk Jember Telanjangi 22 Siswa
Faktakalbar.id, JEMBER – Seorang oknum guru berinisial FT di SDN 02 Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Jember nekat menelanjangi 22 orang muridnya hanya karena alasan mencari uang pribadinya yang hilang sebesar Rp75 ribu. Insiden memilukan ini bermula saat FT mengaku kehilangan uang di lingkungan sekolah. Sebelumnya, ia juga sempat mengaku kehilangan uang sebesar Rp200 ribu. Baca Juga: Beredar Video Asusila Oknum Guru Berseragam Korpri di Kafe, DPRD Pontianak Desak Dinas Pendidikan Bertindak Karena merasa curiga, FT melakukan penggeledahan terhadap tas seluruh murid di kelasnya. Namun, karena tidak menemukan bukti apa pun, FT memerintahkan tindakan yang melampaui batas. Siswa laki-laki dipaksa untuk menanggalkan seluruh pakaian mereka hingga telanjang bulat di dalam kelas. Sementara itu, siswa perempuan hanya diperbolehkan menyisakan pakaian dalam saja. Tindakan oknum Guru Telanjangi Siswa di Jember ini langsung memicu gelombang kemarahan besar dari para orang tua murid. Dampak psikologis dari kejadian ini sangat serius. Dilaporkan bahwa hanya enam orang siswa yang berani kembali masuk ke sekolah pasca-kejadian, sementara belasan lainnya mengalami trauma berat dan takut untuk bertemu dengan guru. Dinas Pendidikan Kabupaten Jember merespons laporan tersebut Minggu (8/2/2026). Baca Juga: Siswi SMP di Kubu Raya Diduga Jadi Korban Pelecehan oleh Oknum Guru Pihak kedinasan langsung turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan serta memanggil FT untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sebagai langkah awal, pemerintah daerah telah menjatuhkan sanksi administratif berupa pembebasan tugas sementara bagi guru yang bersangkutan. Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukan hanya pada proses disiplin guru, melainkan pada pemulihan mental para siswa yang menjadi korban. Pihaknya bekerja sama dengan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Dinsos P3A untuk memberikan pendampingan psikologis sejak Selasa (10/2/2026). “Pemulihan psikologis anak menjadi prioritas utama kami. Kami juga meminta maaf dan berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujar Arief Tjahjono. Upaya trauma healing ini diharapkan dapat menghapus rasa ketakutan mendalam yang dialami para siswa agar mereka mau kembali bersekolah. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi instansi terkait agar integritas dan martabat di lingkungan sekolah tetap terjaga dari aksi oknum Guru Telanjangi Siswa di Jember di masa depan. Baca Juga: Video Pribadi Tersebar Tanpa Izin, Guru P3K Pontianak Dibebastugaskan dari Jabatan Struktural (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK