Garam Rakyat Desa Sebubus Sambas Jadi Mata Pencaharian Utama Warga Pesisir
Faktakalbar.id - Pengembangan sentra garam rakyat di Desa Sebubus Kabupaten Sambas kini beralih menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat kawasan pesisir.
Faktakalbar.id - Pengembangan sentra garam rakyat di Desa Sebubus Kabupaten Sambas kini beralih menjadi sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat kawasan pesisir.
Kondisi tersebut mengubah ketergantungan warga setempat yang sebelumnya hanya mengandalkan pendapatan dari sektor perkebunan dan perikanan musiman.
Potensi pasar yang cukup terbuka lebar membuat hasil panen komoditas garam lokal tersebut mampu diserap untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Kepala Desa Sebubus Irfan Riyadi mengonfirmasi perubahan mata pencaharian warga di daerahnya pasca hadirnya pengolahan lahan garam rakyat.
"Alhamdulillah, garam ini sangat menjadi alternatif mata pencaharian masyarakat di sini dan sekarang sudah menjadi mata pencaharian utama," katanya.
Irfan menjelaskan bahwa usaha pengolahan garam memberikan peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi warga pesisir secara bertahap dan berkelanjutan.
Pihaknya terus memotivasi para petani garam lokal untuk mendongkrak kapasitas produksi harian demi memperluas jangkauan pasar.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memaparkan kalkulasi hasil ekonomi yang diraih para pembudidaya dari tiap bedengan garam.
"Ini potensi yang luar biasa. Satu bedengan bisa menghasilkan sekitar satu ton garam. Kalau satu kilogram dijual Rp2.000, berarti satu ton bisa menghasilkan sekitar Rp2 juta dari satu bedengan," katanya saat meninjau usaha garam rakyat di Sambas.
Krisantus menekankan bahwa produksi garam warga perlu ditingkatkan kualitasnya agar tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pengawet ikan.
Ia menambahkan perlunya sertifikasi mutu serta penambahan yodium agar produk garam Sambas mampu menembus jaringan minimarket dan supermarket.
Penguatan sisi kemasan serta pendampingan pemasaran dinilai menjadi kunci utama untuk menaikkan nilai jual komoditas lokal tersebut.
Langkah perluasan pasar ini diharapkan memperkuat perekonomian keluarga nelayan sekaligus menopang kemandirian pangan di Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.