Geger Penemuan Mayat di Anjongan, Lansia Pencari Berondol Sawit Tewas Usai Dua Hari Hilang
Faktakalbar.id, MEMPAWAH –
Seorang perempuan paruh baya berinisial SU (62) ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten
Mempawah
, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, korban dilaporkan oleh pihak keluarga telah meninggalkan rumah dan hilang selama dua hari berturut-turut.
Baca Juga:
Gegerkan Warga Siantan, Penemuan Mayat Wanita di Ruko Pasar Puring Terungkap dari Bau Tak Sedap
Insiden penemuan mayat di Anjongan ini pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Menurut keterangan pihak kepolisian, saksi tersebut saat itu sedang dalam perjalanan menuju ladang miliknya. Di tengah perjalanan, saksi secara tidak sengaja melihat tubuh korban yang sudah dalam kondisi tergeletak di atas tanah di kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut.
Tanpa menunggu lama, saksi langsung melaporkan temuan mengejutkan tersebut ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Anjongan.
Merespons laporan warga, tim dari Polsek Anjongan segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan lokasi dan melakukan proses identifikasi awal terhadap jasad korban.
Dari hasil pemeriksaan identitas di lapangan, petugas memastikan bahwa korban merupakan warga yang berdomisili di Dusun 1 Perikanan, RT 02/RW 01, Desa Pak Bulu, Kecamatan Anjongan.
Setelah proses identifikasi dan olah TKP awal selesai dilakukan, petugas kepolisian dengan dibantu oleh warga sekitar langsung mengevakuasi jenazah korban.
Mayat SU kemudian dibawa menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sungai Pinyuh. Evakuasi medis ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan visum luar guna mengidentifikasi penyebab pasti kematian korban secara klinis.
“Dari hasil visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban,” ungkap perwakilan kepolisian setempat saat memaparkan temuan medis di tubuh jenazah.
Berdasarkan informasi yang digali dari pihak keluarga, korban memang memiliki rutinitas beraktivitas di sekitar area perkebunan untuk mencari tambahan penghasilan.
Baca Juga:
Penemuan Mayat dalam Karung di Sanggau, Polisi Buru Pelaku
Namun, keluarga mulai merasa khawatir karena korban tidak kembali ke rumah. Peristiwa penemuan mayat di Anjongan ini pun mengakhiri proses pencarian yang sempat dilakukan oleh kerabatnya.
“Keseharianya, korban ini bekerja mencari berondol sawit. Dan sudah dua hari tidak pulang kerumah,” tuturnya menjelaskan aktivitas harian perempuan berusia 62 tahun tersebut.
Menyikapi hasil visum medis yang tidak menunjukkan adanya indikasi tindak pidana atau kekerasan, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa keluarga korban secara resmi menolak proses otopsi lanjutan.
Keluarga telah mengikhlaskan kepergian SU dan menerima kejadian nahas tersebut murni sebagai sebuah takdir musibah.
“Pihak keluarga juga menolak dilakukan otopsi. Jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan telah dibawa pulang kerumah duka,” tandasnya.
Berdasarkan kesepakatan keluarga besar, jenazah korban dijadwalkan langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.