faktakalbar

Gelar Diskusi Peran Gen Z di Pontianak, Komunitas Kalcer Klaim Bebas dari Muatan Politik

Penulis: Redaksi Sunday, 01 March 2026 📖 1 menit
Gelar Diskusi Peran Gen Z di Pontianak, Komunitas Kalcer Klaim Bebas dari Muatan Politik
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Puluhan pemuda dari kelompok Generasi Z (Gen Z) lintas organisasi dan komunitas berkumpul di Cafe 1/2, Jalan Sepakat 2, Pontianak , pada Sabtu (28/2/2026). Pertemuan yang dikemas dalam format buka puasa bersama ini diinisiasi oleh Komunitas Kalbar Ceria (Kalcer) melalui tajuk diskusi "Marhaban Yaa Kalcer: Anak Muda, Harapan atau Ancaman?". Ketua Kalcer, Zean, menyatakan bahwa forum ini dibentuk sebagai ruang bagi pemuda untuk merefleksikan posisi mereka di tengah dinamika sosial yang terus berkembang di Kalimantan Barat. Dalam pemaparannya, pihak penyelenggara menyoroti posisi strategis kelompok muda yang kerap dihadapkan pada dua kutub stigma: sebagai pilar pembangunan atau justru dianggap sebagai ancaman stabilitas sosial. Baca Juga:  Mengapa Pekerja Gen Z Sering Kesepian di Kantor? "Anak muda bukan ancaman, tapi harapan besar bagi Kalimantan Barat jika diberikan ruang dan arah yang positif," ujar Zean. Lebih lanjut, penyelenggara memaparkan enam agenda utama dari pergerakan komunitas ini. Agenda tersebut meliputi konsolidasi dan silaturahmi antar-pemuda, pembangunan sinergi lintas latar belakang, dorongan aksi sosial selama Ramadan, optimalisasi peran media positif, penjagaan harmoni sosial, serta wadah refleksi agen perubahan. Namun, di tengah maraknya mobilisasi massa pemuda yang kerap terafiliasi dengan kepentingan kelompok tertentu dalam dinamika sosial-politik daerah, pihak Kalcer secara eksplisit memberikan garis batas. Zean mengklaim bahwa forum dan komunitas yang dipimpinnya steril dari agenda politik praktis. Ia menegaskan bahwa Kalcer murni diposisikan sebagai wadah inklusif untuk menyatukan berbagai latar belakang etnis, ras, dan agama tanpa ada intervensi kepentingan elite. "Kalbar Ceria adalah ruang bersama bagi pemuda Kalimantan Barat untuk berkreativitas secara positif, tanpa ada muatan politik di dalamnya. Kami ingin menjadi wadah inklusif yang merangkul semua," klaimnya di hadapan para peserta. Melalui konsolidasi ini, penyelenggara berharap sentimen positif selama bulan Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas pemuda agar tidak mudah terpolarisasi oleh isu-isu yang memecah belah di Kalimantan Barat. Baca Juga:  Fakta Klinis di Balik Fenomena “Remaja Jompo”: Tinjauan Fisiologis Kesehatan Gen Z (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK