Gelar Pelatihan di Pontianak, BEM se-Kalimantan Dorong Mahasiswa Tidak Apatis Politik
Faktakalbar.id, PONTIANAK
–
Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan (BEM SEKA)
bekerja sama dengan BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menggelar Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda.
Kegiatan yang berlangsung di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jumat (6/2/2026), ini bertujuan mencetak generasi muda yang melek politik dan berintegritas.
Koordinator Pusat BEM se-Kalimantan, Danil Huda, menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menentukan arah
demokrasi
daerah maupun nasional.
Oleh karena itu, ia meminta mahasiswa untuk tidak bersikap apatis terhadap proses politik yang sedang berjalan.
Baca Juga:
Tiga Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Eks Ketua DPM Untan Baru Masuk Tahap Pemeriksaan Psikis
“Ruang-ruang pengambilan keputusan publik sangat menentukan masa depan generasi muda. Kepemimpinan politik mahasiswa harus dibangun di atas integritas, rasionalitas, dan kesadaran kolektif terhadap kepentingan publik,” ujar Danil.
Menurut Danil, tantangan dinamika politik kontemporer menuntut hadirnya pemimpin muda yang memiliki kemampuan analisis kebijakan serta etika politik yang kuat.
Ia menyoroti pentingnya penguasaan
political literacy
dan
civic engagement
sebagai bekal mahasiswa di luar ruang kuliah.
“Kepemimpinan politik tidak boleh dibangun secara pragmatis, tetapi harus berlandaskan etika publik, argumentasi ilmiah, dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Agenda ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai elemen, mulai dari penyelenggara pemilu hingga praktisi.
Hadir di antaranya Ketua KPU Kalimantan Barat Muhammad Syarifuddin Budi, perwakilan Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dian Eka Muchairi, serta Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Pontianak Sunarsieh.
Sementara itu, Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana, berharap forum ini menjadi wadah dialektika yang produktif. Ia mendorong rekan-rekannya untuk lebih berani mengambil peran dalam isu-isu sosial-politik.
“Anak muda jangan hanya mudah terbawa perasaan, tapi harus berani mengambil peran,” pungkas Fadil.
Baca Juga:
Buntut Kasus Dugaan Kekerasan dan Pelecehan Seksual Eks Pimpinan Ormawa, FEB UNTAN Siap Blacklist hingga Anulir SK
(Nala)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.